“Greenbase 12” IPB Bantu UMKM Produk Mangrove Komunitas Warga Desa Pantai Bahagia Bekasi

Pelatihan UMKM pemasaran produk olahan mangrove secara online bagi warga Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi (dok. KM)
Pelatihan UMKM pemasaran produk olahan mangrove secara online bagi warga Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, memiliki sebuah produk olahan mangrove yang dibuat oleh komunitas Kelompok Bahagia Berkarya (KEBAYA). Sayangnya, banyak masyarakat yang belum tahu tentang produk ini karena kurangnya promosi dan keterbatasan dalam pemasaran produk.

Guna mendukung perekonomian di Desa Pantai Bahagia, “Greenbase 12” yang merupakan mega program kerja Himpunan Profesi REESA Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB mengadakan kegiatan pelatihan UMKM 2020 yang berfokus pada pengembangan pemasaran produk olahan Mangrove oleh komunitas KEBAYA, Senin 27/7 lalu.

Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Dr. Ahyar Ismail berharap kegiatan ini secara tidak langsung dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Pantai Bahagia.

“Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk mangrove, sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan produk dan tentunya akan meningkatkan pendapatan,” kata Ahyar dalam pers rilis yang diterima KM, Kamis 30/7.

Keterbatasan sinyal tidak menyurutkan semangat ibu-ibu anggota KEBAYA dan petani mangrove Desa Pantai Bahagia untuk mengikuti pelatihan ini. “Mereka harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan perahu untuk menuju ke Kantor Kecamatan Muara Gembong demi mendapatkan sinyal wi-fi agar bisa mengikuti pelatihan,” ungkapnya.

Advertisement

Dalam kegiatan ini, Larasati Widyaputri, pendiri dan CEO Ecodue, sebagai narasumber menjelaskan kepada ibu-ibu anggota KEBAYA terkait kiat-kiat pemasaran produk. Tidak hanya itu, Larasati juga menjelaskan pengemasan produk yang baik, sehingga mampu menarik konsumen untuk membeli produk tersebut.

Menurut Larasati, UMKM di Desa Pantai Bahagia ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih besar karena produk olahan mangrove ini merupakan produk sehat, yang saat ini cukup diminati banyak kalangan, terutama kalangan menengah atas.

Selain pelatihan, dilakukan pemberian 285 bibit mangrove kepada masyarakat Desa Bahagia, untuk reboisasi mangrove yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan secara berkelanjutan. “Hal ini mengacu pada tema yang diangkat pada Greenbase 12 ini yaitu ‘Sustainable Nature For Our Green Future‘ yang berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengelolaan sumber daya, peningkatan perekonomian dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” pungkas Ahyar.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*