Makam Keramat Syekh Junaedi Al Baghdadi di Brebes Selesai Dibangun

Habib Luthfi Pimpin Syukuran Selesainya Pemugaran Makam Keramat Syekh Junaedi Brebes
Habib Luthfi Pimpin Syukuran Selesainya Pemugaran Makam Keramat Syekh Junaedi Brebes, Minggu 31/5/2020 (dok. KM)

BREBES (KM) – Salah satu destinasi wisata religi di Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes.

Pembangunan kompleks makam salah satu ulama penyebar agama Islam di Kabupaten Brebes yang dipercayai masyarakat berasal dari Baghdad ini dimulai pemugarannya pada 20 Agustus 2019 lalu dengan menggunakan APBD Pemkab Brebes 2019 sebesar Rp 3,7 miliar, dan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Didin Setiadi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes Kapten Zaenal Abidin, pemugaran lanjutan dimulai pada Maret 2020 lalu di bawah pengawasan ulama besar Jawa Tengah asal Kabupaten Pekalongan, Habib Luthfi Bin Yahya.

“Pemugaran telah selesai dilaksanakan dan tidak ada petunjuk tambahan dari Habib Luthfi selaku pengawas dan pengarah pemugaran. Selanjutnya pengelolaan makam diserahkan kepada Pokdarwis setempat melalui Kades setempat,” ungkapnya Minggu sore 31/5.

Terletak kurang lebih 9 kilometer dari pusat kota Brebes, tempat ini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa Kliwon, namun kebanyakan di malam Jumat Kliwon.

“Dengan selesainya renovasi makam diharapkan secara khusus dapat membantu masyarakat setempat dari segi perekonomian karena dikelola dengan baik oleh Pokdarwis. Sedangkan secara umum yakni mendongkrak sektor pariwisata di Brebes,” pungkasnya.

Para peziarah umumnya menginap di desa, di aula Balai Desa, mushola di kompleks makam yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sementara juru kunci makam, Syakhur Romli (84), menyatakan bahwa syukuran selesainya pemugaran makam diisi dengan tahlil atau doa bersama yang dipimpin Habib Luthfi.

Advertisement

“Suasana makam kini sudah tertata sehingga diharapkan para peziarah yang datang dari berbagai daerah dapat nyaman dan khusyuk dalam berdoa,” ungkapnya.

Menurut Syakhur, tahun ini adalah haul yang ke-276 dari Syekh Junaedi Al Baghdadi.

Untuk sekedar diketahui tentang sejarah Syekh Junaedi Al Baghdadi, sosok ini diperkirakan hidup satu masa dengan Wali Songo. Beliau datang setelah Randusanga ditinggalkan Wali Songo ke Cirebon, Jawa Barat.

Untuk Randusanga sendiri berasal dari kata randu atau randa yang berarti bekas dan sanga berarti sembilan. Jadi Randusanga berarti tempat bekas musyawarah Wali Songo.

Konon penemuan keberadaan makam awalnya dari rasa penasaran masyarakat yang melihat banyaknya burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam di tengah rawa-rawa dulunya. Setelah dilakukan pencarian penyebabnya, masyarakat mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam sehingga terus dirawat hingga sekarang.

Makam yang terletak di wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes ini juga menyajikan potensi sumber daya laut berupa perikanan tambak bandeng, rumput laut, udang dan juga kerajinan terasi. Pun ditambah dengan obyek wisata Pantai Randusanga Indah.

Para peziarah akan melewati pematang tambak penduduk untuk mengakses ke kompleks makam yang berada di tengah-tengah areal tambak. Ini menunjukkan bahwa proses syiar agama Islam dari Arab ke Pulau Jawa dimulai dari wilayah pesisir, termasuk di pesisir Laut Jawa ini.

Reporter: Dade/Aan
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*