Bupati Pasbar Upayakan Mediasi Internal Terkait Konflik di Tubuh RSUD Jambak

Kasat Reskrim Polres Pasbar, AKP Omri Sahureka (kanan) bersama Kasubag Humas AKP Defrizal (dok. KM)
Kasat Reskrim Polres Pasbar, AKP Omri Sahureka (kanan) bersama Kasubag Humas AKP Defrizal (dok. KM)

PASAMAN BARAT, SUMBAR (KM) – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyayangkan laporan polisi yang dilakukan kepala Tata Usaha RSUD Jambak terhadap Plt. Direktur RSUD Jambak. Hal tersebut disampaikan Yulianto kepada KM saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa 9/6.

Menurut Bupati, pihaknya akan mencoba menyelesaikan permasalahan itu melalui mediasi internal.

Diakui Bupati, pengaduan terhadap Plt. Direktur RSUD Jambak, dr. Yoswardi oleh Reni Hirda ditengarai atas tindakan sewenang-wenang dr. Yoswardi terhadap bawahan dan tudingan penyalahgunaan aset RSUD Pasaman Barat.

Bupati juga mengatakan, selain membuat laporan polisi, pelapor juga telah menyampaikan aduannya ke Inspektorat Pasbar, dan pihak Pemkab telah berupaya memediasi, namun hingga kini belum mendapatkan titik temu.

“Sesuai informasinya memang begitu dan saya akan coba menindaklajutinya dengan menyelesaikan permasalahan internal itu secepatnya,” kata Yulianto.

Yung Nikmat selaku kuasa hukum Reni Hirda, ketika dihubungi media, Selasa 9/6 membenarkan telah menerima kuasa dari pelapor Reni Hirda sejak 12 April 2020 lalu, dan berdasarkan itulah pihaknya telah membuat laporan dengan LP/152/1V/2020 Res Pasbar tanggal 4 April 2020. Yung Nikmat juga mengatakan bahwa di awal, pihaknya telah berupaya memediasi, namun tidak ada titik temu.

Disebutkannya, materi laporan pelapor adalah penyalahgunaan ruangan pelayanan VIP Pulau Pigago IV Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pasaman Barat. Diduga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Yoswardi, telah menyalahgunakan ruangan tersebut untuk kepentingan pribadi, bahkan dikatakannya terkait hal itu, kliennya juga dimarahi dengan mengucapkan “kata-kata kasar yang tidak pantas dengan arogan dan memukul meja”.

“Di mana seharusnya sebagai atasan atau pemimpin di RS tersebut Yoswardi tidak pantas mengucapkan kata-kata kasar tersebut terhadap bawahannya, apa lagi dengan nada arogan sambil memukul meja,” ujarnya.

Advertisement

Yoswardi sendiri hingga saat ini belum dapat dimintai konfirmasinya karena beberapa kali saat tim media menyambangi ruangannya, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui. Bahkan saat dihubungi via telepon ganggamnya, tidak diangkat, demikian juga melalui pesan singkat tidak dibalas.

Dari keterangan beberapa stafnya, diperoleh informasi kalau Plt. Direktur sempat masuk kantor, namun selanjutnya mereka tidak mengetahui kemana perginya sang Direktur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ruangan VIP yang berjumlah delapan masih tersedia tujuh ruangan, karena satu ruangan diduga digunakan atau dialih fungsikan untuk ruangan pribadi Plt. Direktur Yoswardi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasbar AKP Omri Sahureka, yang didampingi oleh Kasubag Humas AKP Defrizal pada Rabu 10/6 mengatakan, kasus tersebut saat ini sudah di tingkat penyidikan.

“Saat ini, berdasarkan laporan seorang dokter melalui kuasa hukumnya dengan Laporan polisi LP/152/IV/2020-Res Pasbar tertanggal 4 April 2020 lalu, yakni aporan pengaduan tindakan dugaan sewenang-wenang terhadap bawahan, dan dugaan penyalagunaan aset RSUD Pasbar oleh Plt Direktur RSUD Pasaman Barat kita telah melakukan penyidikan,” terang Omri.

Diterangkannya, pihaknya telah memeriksa pelapor, saksi, saksi ahli dan terlapor, dugaan terhadap kasus tersebut adalah penghinaan pasal 310 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

“Namun saat ini terlapor belum ditetapkan sebagai tersangka, sesuai perkembangan selanjutnya kelak akan disampaikan kepada media,” tambahnya mengakhiri.

Reporter: Zoelnasti
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*