Kuasa Hukum Tuding DPRD Kabupaten Bogor Tipu Warga Ciletuh Jaya dengan “Janji Manis” Penyelesaian Sengketa dengan MNC Land

Lahan sengketa antara warga Kp. Ciletuh Hilir dan MNC Land (dok. KM)
Lahan sengketa antara warga Kp. Ciletuh Hilir dan MNC Land (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sudah hampir 5 tahun lamanya masyarakat Kampung Ciletuh Hilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor tidak mendapatkan kepastian hukum terkait ganti kerugian dari PT. MNC Land atas dirusaknya tanaman-tanaman milik warga, dan juga dengan adanya pemagaran beton yang diduga keras tidak berizin dari warga yang dilakukan oleh perusahaan MNC Land. Tindakan tersebut dinilai telah menjadikan warga pribumi seperti terasingkan dan tertutup. Selain itu, dalam pemindahan makam warga, sampai saat ini dua jenazah yang “salah angkut” belum dikembalikan. Keluhan-keluhan tersebut dipaparkan oleh kuasa hukum warga Ciletuh Hilir dari Sembilan Bintang & Partner Law Office dalam pernyataan pers yang diterima KM sore ini 1/5.

“Dari notabene masyarakat yang bekerja sebagai petani penggarap ini, berubah menjadi kumpulan pengangguran yang secara hidup entah mau kemana perjalanan selanjutnya, dalam mencari nafkah dan mempertahankan kehidupannya sehari-hari,” ungkap rilis tersebut.

“Belum lagi, dengan adanya pemagaran beton yang diduga keras tidak berizin dari warga ini, yang dilakukan oleh perusahaan MNC Land, menjadikan warga pribumi seperti terasingkan dan tertutup dengan luar lingkungan. Sampai saat ini, pemindahan makam yang hingga kini, belum dikembalikan dua jenazah milik warga,” tambahnya.

Kuasa hukum juga mengatakan, dari peristiwa itu, orang-orang dan lembaga-lembaga hadir guna mengekspresikan rasa simpati dan empatinya atas peristiwa tersebut, muai dari tingkat lokal, nasional hingga internasional.

“Hingga media internasional seperti BBC sampai dengan Washington Post, mereka rela datang ke Indonesia untuk sekedar mengetahui permasalahan kemanusiaan dengan menyeret nama pemimpin negara adidaya Donald Trump,” katanya.

“Mereka [media internasional] fokus mendalami kasus kemanusiaan di tanah Kabupaten Bogor ini, beranggapan bahwa ini kasus serius untuk kami sampaikan kepada seluruh manusia di dunia, ini hal menarik untuk kami angkat ke permukaan. Bukan persoalan kehilangan nyawa atau bukan, melainkan kami tertarik dengan kehidupan pribumi yang terisolasi/termarjinalkan di negerinya sendiri, hingga pengambilan mayat yang salah dan sampai saat ini belum dikembalikan oleh perusahaan,” lanjutnya.

Advertisement

Menurut kantor pengacara tersebut, “perampasan hak tanaman” dari tanah yang luasnya ratusan hektar sampai saat ini belum diberikan ganti rugi. “Ini merupakan kejahatan kemanusiaan, ini sistem pembunuhan yang dilakukan secara perlahan,” ujarnya.

Mereka pun mengaku “sangat mengapresiasi” kedatangannya para jurnalis dari Inggris dan Amerika Serikat. “Ini panggilan nurani sebagai jurnalis, dan kami bangga dengan nurani yang berbicara. Kamipun tidak henti-hentinya dengan kawan-kawan jurnalis lokal dan nasional, yang sampai saat ini masih setia mengawal nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi di Kabupaten Bogor ini,” jelasnya.

Pihak Sembilan Bintang dalam pernyataan tersebut juga menyinggung soal sikap DPRD Kabupaten Bogor yang pada awalnya mendukung perjuangan warga, namun kemudian “menghilang tanpa kabar”.

“Bahkan kabar terakhir sekelas Ketua DPRD Kabupaten Bogor saja hilang dan tidak ada kabar sama sekali, mengapa dan ada apa? Yang mana dari awal, semangat DPRD Kabupaten Bogor ini sangat baik, warga pun bersorak-sorak guna mengekspresikan kebanggaannya kepada wakil rakyat tersebut, namun lagi-lagi, masyarakat tertipu lagi dan terhanyut dalam janji-janji manisnya, karena mereka berjanji kepada masyarakat sebelum bulan Ramadhan akan selesai, faktanya tidak sesuai,” tutupnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*