Aktivis Kecam Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi Terhadap Pengamen Jalanan oleh Pol PP Kota Bogor

Pengamen jalanan di Kota Bogor (dok. Hipwee.com)
Pengamen jalanan di Kota Bogor (dok. Hipwee.com)

BOGOR (KM) – Para pengamen jalanan merasa kecewa dengan tindak razia dalam kondisi pandemi covid-19 sekarang ini yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang dianggap “tidak manusiawi”.

Seorang pengamen jalanan berinisial A mengatakan bahwa beberapa hari lalu para pengamen yang beroperasi disekitar Jalan Baru, tepatnya di perempatan Yasmin, dirazia oleh Satpol PP. “Namun ada perlakuan yang sangat tidak manusiawi kepada kami,” ungkapnya kepada kupasmerdeka.com, Minggu 10/5.

“Yang pertama alat-alat musik kami dirusak, lalu kami diamankan ke Kantor Satpol PP, namun bukan arahan atau edukasi kepada kami, malah ada anggota Satpol PP yang mengajak kami berkelahi, dan langsung kami dibebaskan kembali tanpa ada solusi buat kami,” tambahnya.

“Kami menyadari kondisi saat ini dalam penanganan virus corona di Kota Bogor, tetapi kami juga butuh untuk makan dan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

“Dalam mengamenpun kami semua mencoba memenuhi aturan, seperti menggunakan masker. Ya karena hanya ini pekerjaan kami,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa pihaknya harus tetap mencari makan dengan mengamen di jalan karena “tidak ada satupun bentuk perhatian dan bantuan dari pemerintah Kota Bogor” untuk kehidupan sehari-hari. “Ya jadi hanya ini pilihan kami,” tegasnya.

Menyikapi hal tersebut Gerakan Perjuangan Masyarakat Dan Mahasiswa (GERPAMMA) mengutuk keras perlakuan Satpol PP Kota Bogor.

“Jika benar apa yang dilakukan Satpol PP kepada para pengamen jalanan ini benar, itu sudah sangat keterlaluan. Kami mengutuk keras perlakuan Satpol PP Kota Bogor kepada para pengamen,” ungkap Ketua GERPAMMA Fatarizky.

Advertisement

“Ya memang dalam kondisi PSBB, dan masa penanggulangan pandemi covid-19 sekarang ini perlu adanya tindakan tegas aparat terkait, namun bukan berarti perlakuan yang tidak manusiawi,” tambah Fata.

Seharusnya lanjut Fata, mereka para pengamen jalanan seharunya diberikan edukasi, solusi dan bantuan agar mereka tertib serta terbantu dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. “Bukan malah diperlakuan seenaknya tanpa solusi baik,” tegas Fata.

“Untuk itu kami GERPAMMA akan segera mempertanyakan kepada Satpol PP dan juga Dinas Sosial Kota Bogor, dimana mereka yang mempunyai peran dalam mengayomi para pengamen jalanan ini,” pungkas Fata.

Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Satpol PP Kota Bogor Agustian Syah membantah adanya pengrusakan alat-alat pengamen jalanan yang dirazia.

“Tidak ada alat ngamen yang dirusak, hanya diamankan sementara selama PSBB, nanti selesai PSBB bisa ambil kembali,” ungkap pria yang akrab disapa Agus melalui pesan WhatsApp.

Terkait adanya anggota Satpol PP yang mengajak berkelahi, Agus juga mengklaim bahwa tidak ada yang mengajak berkelahi. “Ya kepentingannya apa untuk ngajak berkelahi?” jelas Agus singkat.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*