SMAKBO Bagikan 100 Nasi Bungkus Kepada PKL, Ojol dan Pemulung di Kota Bogor
BOGOR (KM) – Meningkatnya kasus korban covid-19 di Indonesia dan masuknya Kota Bogor sebagai zona merah membuat Pemerintah Daerah memutuskan agar pekerja dan pelajar beraktivitas di rumah saja. Hal tersebut membangkitkan semangat sosial para alumni Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO) dengan menggelar bakti sosial di sekitar Kota Bogor.
“Tidak semua pekerjaan masyarakat di Kota Bogor khususnya dapat dikerjakan di rumah, seperti ojek online, pedagang kaki lima (PKL), pemulung, petugas kebersihan, dan masih banyak lagi. Maka kami berinisiatif dengan giat sosial pembagian makanan secara gratis bagi mereka pekerja yang tidak mungkin dapat bekerja di dalam rumah,” ungkap Ketua Pelaksana SMAKBO angakatan 62 Restu Maulana, Selasa 31/3.
“Sangat tidak mungkin jenis pekerjaan tersebut untuk mencari nafkah di dalam rumah, maka pembagian makanan secara gratis agar dapat meringankan beban bagi mereka,” tambah Restu.
Restu menuturkan, kegiatan ini juga dimaksudkan agar para pekerja yang harus mencari nafkah dan kebutuhan sehari-hari di luar rumah, tetap semangat dalam mencari nafkah.
“Ya dengan semangat bersama, kami mengumpulkan dana selama 7 hari dari teman-teman di sekolah, hingga terkumpul 100 nasi bungkus yang dibagikan,” tutur Restu.
Lebih lanjut Restu mengatakan, semoga kegiatan ini mampu menyulut semangat para pekerja untuk tetap menjemput rezeki di masa sulit sekarang ini. “Selain itu kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa empati dari elemen masyarakat lain, untuk membantu perjuangan para pekerja yang beraktivitas di luar rumah,” tutup Restu.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment