Ringankan Beban Warga di Bawah Karantina, GM Pekat-IB Sumut Bagikan Sembako dan Masker di Kisaran

Ketua GM Pekat-IB Khairul Anhar Harahap membagikan sembako kepada salah satu warga Kota Kisaran, Asahan, Senin 6/4/2020 (dok. KM)
Ketua GM Pekat-IB Khairul Anhar Harahap membagikan sembako kepada salah satu warga Kota Kisaran, Asahan, Senin 6/4/2020 (dok. KM)

ASAHAN, SUMUT (KM) – Merebaknya wabah virus corona covid-19 membuat efek kejut luar biasa bagi masyarakat dunia saat ini. Korban meninggal dunia berjatuhan, tak sedikit dari mereka masih berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Situasi tersebut semakin mencekam, dikarenakan sampai sekarang belum ditemukan vaksin penangkal covid-19. Pemerintah pusat juga memberlakukan kebijakan social distancing dan darurat sipil serta rangkaian karantina untuk mencegah penularannya.

Di Kabupaten Asahan, saat ini Pemda juga telah mengeluarkan status siaga darurat bencana covid-19. Hal itu mengingat jumlah warga ODP yang dilaporkan sebanyak 102 orang. Himbauan Forkopimda kepada masyarakat untuk menghindari tempat-tempat keramaian dan mengeluarkan instruksi penutupan tempat-tempat usaha serta mengajak agar masyarakat berdiam diri di rumah ternyata beresiko menimbulkan masalah baru, yaitu faktor “sejengkal perut” (bertahan hidup).

Isu di tengah tengah masyarakat tentang semakin sulitnya kehidupan, tidak bisa bekerja ataupun kehilangan penghasilan untuk membeli kebutuhan pokok di rumah menjadi trending topic beberapa hari ini pasca penetapan dan instruksi pemerintah terkait covid-19.

Khawatir akan timbulnya keresahan massal masyarakat yang berakibat pada perilaku perilaku barbar di tengah wabah, Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM Pekat-IB) Sumut memberikan ratusan paket sembako dan masker serta menggelar penyemprotan disinfektan di Kota Kisaran, khususnya di rumah padat penduduk di Kelurahan Kisaran Baru, Kabupaten Asahan, Senin 6/4 kemarin.

Advertisement

Hal itu dikatakan Khairul Anhar Harahap sebagai bentuk kesadaran GM Pekat-IB bahwa persoalan ini (covid-19) adalah musibah bagi seluruh warga Indonesia, dan menyelesaikannya juga haruslah bersama-sama.

“Tak ayal, virus corona ini membuat masyarakat semakin resah atas keselamatan maupun kebutuhan hidupnya, GM Pekat-IB tak inginkan negeri ini kacau. Kita harus bersama-sama menanggulanginya, kompak dan bahu membahu, perkuat ibadah, yang kaya mari ramai-ranai membantu pemerintah maupun warga di lingkungannya, warga yang dibawah garis kemiskinan juga harus menahan diri serta sabar, perbanyak berprasangka baik. Kita bersatu, sehingga kita benar-benar ‘merdeka’ dari pandemi covid-19 ini,” ujar Khairul kepada wartawan.

“GM Pekat-IB juga mengapresiasi kinerja Pemerintah, TNI, Polri, ormas dan OKP yang telah bekerja keras memutus mata rantai covid-19. Namun GM Pekat-IB mengingatkan agar pemerintah juga mengakomodir kebutuhan hidup masyarakatnya yang sudah taat atas himbauan berdiam diri dirumah, khususnya warga di bawah garis kemiskinan, yang rentan akibat kebijakan serta warga yang tidak terdaftar penerima subsidi pemerintah. Sehingga hal-hal yang tak diinginkan seperti keresahan maupun kekacauan (chaos) dapat dihindari dan keutuhan NKRI tetap terjaga,” pungkasnya.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*