Presiden Minta Agar Keputusan Penetapan PSBB tidak Dilakukan Secara “Grasa-Grusu”

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Merdeka. Kamis 9/4/2020 (dok. Setpres)
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Merdeka. Kamis 9/4/2020 (dok. Setpres)

JAKARTA (KM) – Presiden Joko Widodo meminta agar penetapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan oleh pemerintah daerah “didasarkan pada sikap kehati-hatian dan tidak terburu-buru”.

“Saya kira kita semuanya dalam kondisi seperti ini jangan sampai mengambil keputusan itu salah, semuanya harus hati-hati dan tidak grasa-grusu,” kata Presiden dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 9/4.

Jokowi juga menerangkan bahwa pelaksanaan PSBB tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Pemerintah akan melihat kondisi masing-masing daerah sebelum nantinya Menteri Kesehatan menetapkan status PSBB di daerah tersebut, sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 dijelaskan bahwa PSBB paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Presiden menjelaskan bahwa keputusan menetapkan status PSBB di suatu daerah didasarkan pada pertimbangan berbagai hal.

“Kita tahu, bahwa keputusan memberikan PSBB atau tidak, baik itu yang berkaitan dengan peliburan sekolah, penutupan kantor, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan-kegiatan di (tempat) umum ini harus melihat beberapa hal, yaitu jumlah kasus yang ada, jumlah kematian di setiap kabupaten/kota maupun provinsi, dan tentu saja didasarkan pada pertimbangan epidemiologi, besarnya ancaman, dukungan sumber daya, pertimbangan ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan,” jelasnya.

“Ini penting sekali. Sekali lagi, kita tidak ingin memutuskan itu grasa-grusu, cepat tetapi tidak tepat. Saya kira lebih baik kita memutuskan ini dengan perhitungan, dengan kejernihan dan kalkulasi yang detail dan mendalam,” tandasnya.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*