Pantau Penanganan dan Dampak Wabah Covid-19, DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus

Gedung DPRD Kota Bogor (stock)
Gedung DPRD Kota Bogor (stock)

BOGOR (KM) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) yang akan bekerja di tengah wabah pandemi covid-19. Ketiga pansus itu dibentuk untuk mengawasi penanganan wabah mematikan itu serta kebijakan-kebijakan turunannya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Pertama adalah Pansus terkait dengan anggaran penanganan covid-19, yang kedua adalah Pansus terkait dengan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor, dan yang ketiga adalah Pansus terkait dengan penanganan dampak covid-19 di Kota Bogor,” ungkap Anggota DPRD Kota Bogor Heri Cahyono yang juga masuk dalam Pansus 3 kepada KM sore ini 30/4.

Heri juga mengatakan bahwa wabah covid-19, telah menjadi persoalan serius bagi semua, dan sulit memprediksi kapan wabah ini akan berakhir. “Dampaknya sangat luar biasa di segala bidang,” ujarnya.

“Pansus 3 dibentuk untuk menangani masalah pengawasan dampak ekonomi, sosial, pendidikan, dan penanganan kesehatan di Kota Bogor,” ujar Heri.

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, secara ekonomi jelas covid-19 sangat memukul ekonomi kita semua. “Penerapan PSBB di Kota Bogor membuat banyak kegiatan ekonomi terhenti, pusat perbelanjaan tutup kecuali bahan makanan dan obat obatan. Perkantoran tutup, pabrik-pabrik terhenti produksinya juga, serta banyak kegiatan ekonomi lainnya yang tidak bisa beroperasi,” katanya.

“Dengan berhentinya aktivitas ekonomi, tentu mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang atau mungkin malah tidak ada, di situlah dibutuhkan tindakan dan kehadiran Pemerintah. Maka Pansus ini, menurut saya, juga harus melihat sejauh mana pelaksanaan bantuan dari Pemerintah tepat sasaran dan juga tersalurkan dengan baik,” jelas Heri.

“Saya juga berpikir bagaimana Pemerintah Kota Bogor membangkitkan ekomoni yang ada, yang digunakan untuk bertahan hidup selama masa covid-19, dan pasca selesainya wabah covid-19 ini,” lanjutnya.

Ditanya dampak sosial, pendidikan dan kesehatan, Heri menyampaikan bahwa dampak sosialnya “jelas sangat besar”.

“Dulu kita biasa bertemu satu sama lain berkumpul dan menghadiri acara bersama-sama, saat ini semua berbeda, salaman terjaga, pertemuan terjaga, kegiatan dihindari bukan saja kegiatan kantor atau di masyarakat tetapi juga keagamaan,” ucapnya.

Advertisement

“Kita harus melihat, memahami dan juga meneliti dampak-dampak sosial itu, juga mengawasi bagaimana Pemkot bisa mengantisipasi dampak negatif. Kita juga harus mengembalikan kepercayaan masyarakat nantinya jika wabah ini berakhir, jangan ada lagi sekat-sekat sosial yang masih membekas ketika wabah ini berakhir,” tambahnya.

Ia pun memberi contoh di dunia pendidikan, bagaimana anak-anak sudah menjalani pendidikan di rumah masing-masing sejak bulan Maret lalu. Sebagian siswa akan naik ke jenjang sekolah berikutnya, seperti yang jenjang SD naik ke jenjang SMP dan seterusnya.

“Maka proses-proses itu pasti banyak sekali hambatannya, metode apa yang nanti diterapkan untuk menjalani semua proses itu dengan baik, kita tahu bahwa nanti akan ada ribuan siswa berebut sekolah, tentu akan sangat sulit jika tidak dikendalikan dengan baik,” paparnya.

“Kebingungan masyarakat saat ini adalah, apa dasar dan tolak ukur dalam menerima siswa masuk sekolah, dan lain sebagainya.”

Lebih lanjut Heri mengatakan, dirinya yakin jika bisa mematau seluruh dampak-dampak ekonomi, sosial, pendidikan, budaya juga kesehatan maka kita akan mampu keluar dari masalah ini dengan mulus. “Kita akan melewati problem saat ini dengan baik, dengan meminimalkan resiko dan juga dampak buruk yang tidak kita inginkan,” tuturnya.

“Penanganan yang buruk dan amburadul akan menimbulkan kekacauan, kita tidak ingin semua itu terjadi, sehingga saya berharap Pansus ini bisa bekerja dengan baik, saya juga akan berusaha semaksimal mungkin sebagai Anggota Pansus dalam memberikan data dan masukan yang akurat, dengan begitu kebijakan yang diambilpun juga tepat sasaran,” tutup Heri.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*