Pabrik Hijab ini Masih Beroperasi Saat PSBB, Tidak Sediakan APD Bagi Karyawannya

Karyawan pabrik
Karyawan pabrik "Pelangi Hijab" tidak menggunakan APD (dok. KM)

BOGOR (KM) – Di tengah meluasnya wabah virus corona covid-19, Menteri Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/202/2020 yang salah satu isinya mengimbau masyarakat untuk tidak keluar untuk bekerja, sekolah atau mengunjungi ruang publik.

Menteri Kesehatan juga menerbitkan peraturan Pembatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) demi mempercepat penanggulangan dan memutus rantai penyebaran covid-19 di daerah-daerah yang ditentukan. PSBB yang diberlakukan pun menentukan jenis usaha apa saja yang dibolehkan untuk terus beroperasi, dengan memperhatikan langkah-langkah pencegahan.

Namun, di dalam situasi meluasnya virus corona masih ada pabrik kerudung yang beroperasi, itu pun tanpa menyediakan alat-alat pelindung bagi karyawannya yang bekerja dalam jarak yang berdekatan.

Itulah perusahaan Pelangi Hijab, yang berada di Cibeureum Tengah, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang masih memperkerjakan karyawannya sebayak 60 orang tanpa alat pelindung diri seperti masker atau sarung tangan.

Advertisement
Pabrik Pelangi Hijab di Dramaga, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Pabrik Pelangi Hijab di Dramaga, Kabupaten Bogor (dok. KM)

Hari selaku penanggung jawab dari perusahaan Pelangi Hijab mengatakan kepada wartawan kupasmerdeka.com siang ini 20/4 bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Desa Sinarsari dan Polsek Dramaga, dan sampai saat ini “belum ada masalah apa-apa,” ucap Hari.

Ia mengungkap bahwa Pelangi Hijab baru mengantongi izin Usaha Kecil Menengah (UKM) namun belum mengantongi izin resmi dari pusat. “Masih dalam tahap pembikinan,” katanya.

Reporter: Efri, Tanidi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*