GPI Tanjungbalai Usulkan Sistem Satu Pintu untuk Pengumpulan dan Penyaluran Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Karantina Covid-19
TANJUNGBALAI (KM) – Salah satu dampak buruk dari pandemi covid-19 adalah melemahnya ekonomi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, karena dibatasinya aktivitas di luar rumah. Prihatin dengan kondisi ini, beberapa kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan dan para dermawan yang terpanggil hatinya terlihat mulai bergerak untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.
Namun saat ini, sumbangan yang disalurkan masih bergerak secara sendiri-sendiri, sehingga dianggap masih belum tersebar secara menyeluruh di setiap lingkungan yang ada di Tanjungbalai yang juga terkena dampak pandemi ini.
Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Tanjungbalai, Andrian Sulin saat ditemui di Jalan Pahlawan, Kota Tanjungbalai, Kamis 2/4 mengatakan bahwa pihaknya “sangat mengapresiasi dan berterima kasih” atas kesadaran dari masyarakat untuk saling membantu dan berbagi kepada yang kurang mampu dalam mengahadapi wabah corona ini.
Namun, Andrian yakin jika dikelola dengan cara “satu pintu” akan “jauh lebih maksimal” manfaat yang diterima masyarakat, guna mecegah potensi tumpang tindihnya penerima bantuan sembako yang disalurkan secara masing-masing.
“Beberapa waktu lalu kita sebenarnya sudah menyarankan kepada pemerintah kota, bahwa dalam situasi darurat seperti saat ini, perlu adanya pengelolaan sumbangan dengan satu tempat yang bersifat menghimpun dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di dalam situasi ini,” kata Andrian.
“Kita yakin masih banyak masyarakat di Tanjungbalai ini yang berkeinginan membantu sesama, jika dikelola satu pintu, yang kami sebut Lumbung Sembako Rakyat, kita yakin malah jauh lebih banyak lagi sumbangan sembako yang dapat dihimpun,” tambahnya.
“Dengan adanya posko sembako satu pintu, jika ada yang ingin meyumbang bahkan 1 kilo beras pun juga bisa dihimpun, tapi jika seperti ini, mungkin hanya orang- orang yang punya kemampuan besar yang berani membantu,” pungkasnya.
Andrian juga berharap semoga pemerintah dapat segera menghimpun sumbangan baik dari pihak swasta, instansi-instansi vertikal yang ada di Tanjungbalai maupun ASN-ASN yang mungkin tergerak hatinya untuk berbagi menyisihkan sebagian tunjangan penghasilan yang mereka terima.
“Ya, kita berharap juga lah, ada kesadaran hati pemerintah, pengusaha dan instansi vertikal yang ada, atau ASN yang masih ada hatinya dengan memotong tunjangan mereka, mengingat sampai saat ini belum ada program dari pusat terkait bantuan sembako rakyat,” tutupnya.
Reporter: RBB
Editor: HJA
Leave a comment