Akan Dilakukan PSBB, Wali Kota Bekasi Koordinasikan Langkah-langkah dengan Camat

Wali Kota Bekasi bersama Forkopimda Kota Bekasi saat menyertai rapat bersama para camat melalui videoconferencing, Selasa 14/4/2020 (dok. KM)
Wali Kota Bekasi bersama Forkopimda Kota Bekasi saat menyertai rapat bersama para camat melalui videoconferencing, Selasa 14/4/2020 (dok. KM)

BEKASI (KM) – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati melakukan rapat melalui videoconferencing (vcon) bersama semua camat se-Kota Bekasi, yang turut dihadiri Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko, Dandim 0507 Bekasi Rama Pratama, Kepala FKUB Kota Bekasi Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi Mir’an Syamsuri, serta dihadirkan bersama para ketua organisasi Islam dan pemuka agama yang berada di Kota Bekasi, Selasa 14/4.

Pada meeting vcon tersebut, Wali Kota Bekasi menjelaskan mengenai kesiapan Pemerintah Kota Bekasi dalam upaya terhadap pencegahan penyebaran virus covid-19 dari status siaga darurat dan kini sudah berubah menjadi bencana darurat. Rahmat menerangkan, di Kota Bekasi saat ini terdapat peningkatan pasien yang dinyatakan terpapar oleh COVID-19.

Disampaikan bahwa 139 warga mendapat hasil positif dari 1224 jiwa lebih yang dites. “Kita masih menunggu hasil dari 56 kelurahan melalui Puskesmas yang di-sampling melalui rapid test acak, dengan peningkatan yang dialami oleh Kecamatan Bantar Gebang dan Pondok Melati menjadi zona merah,” ujar Rahmat.

“Terima kasih untuk Forkopimda Kota Bekasi dan MUI [yang] telah memberikan rekomendasi penundaan kegiatan keagamaan selaras dengan kebijakan pusat. Oleh karena itu, mari kita lakukan pergerakan, kita perangi dampak tersebut, dan juga ditambah RW siaga yang sudah menandatangani 117 kepala RW dengan tim terpadu Penangananan Covid-19,” paparnya.

Advertisement

Rahmat pun menghimbau kepada para camat di Kota Bekasi untuk membantu pelaksanaan PSBB di wilayah masing-masing, setelah dibuatkan Keputusan Wali Kota Bekasi No. 300/Kep.197-BPBD/IV/2020 dan Peraturan Wali Kota Bekasi No. 22 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan PSBB di 32 titik di Kota Bekasi.

“Tugas kita sosialisasikan unsur kecamatan, kelurahan dan berbagai jajaran yang ada di wilayah, supaya melakukan secara maksimal agar tidak menimbulkan keresahan untuk warga, mengambil secara cepat dan tepat kebijakannya,” ucap Rahmat.

“Dan juga pengambilan langkah kepada seluruh tim COVID-19 untuk menentukan titik dapur umum yang sudah ada di 12 kecamatan dalam penyediaan makanan untuk keluarga yang tidak mampu dan juga keluarga yang terkena dampak dari COVID-19. Misalnya penutupan atau Work From Home (WFH) karena adanya wabah ini,” tambahnya.

“Saya minta seluruh lurah dan camat, jangan menutup pelayanan warga, segera dievaluasi oleh tim mana yang layak atau tidak untuk mendapatkan bantuan, dan segera dilabelkan stiker kami keluarga tidak mampu yang terjadi Pemutusan Hubungan Kerja dan lain halnya,” tegasnya.

Reporter: mon
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*