Kasus RY, KPK Panggil Mantan Bupati Bogor Nurhayanti

Gedung KPK, Jakarta (dok. KM)
Gedung KPK, Jakarta (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Terkait kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar dan gratifikasi tanah seluas 20 hektare serta Toyota Villfire senilai Rp 825 juta, penyidik KPK akan meminta keterangan mantan Bupati Bogor Nurhayanti sebagai saksi bagi bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) yang merupakan tersangka dalam kasus ini.

“Mantan Bupati Bogor Nurhayanti dipanggil KPK sebagai saksi bagi tersangka RY,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Senin pagi 2 Maret 2020 saat dihubungi wartawan kupasmerdeka.com. Saat RY menjabat Bupati Bogor, Nurhayanti menjabat sebagai wakil bupati.

Sebagaimana diketahui, penetapan kembali Yasin sebagai tersangka merupakan bagian dari pengembangan kasus suap senilai Rp 4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri.

Dalam perkara tahun 2014 itu, Yasin telah divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta dan kini dirinya tengah menjalani cuti menjelang bebas (CMB) sejak 8 Mei 2019 lalu.

Yasin diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD sebesar Rp 8.931.326.223.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Setiap SKPD diduga memiliki sumber dana yang berbeda untuk memotong dana untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dana insentif dari jasa pelayanan RSUD, upah pungut, pungutan kepada pihak yang mengajukan perizinan di Pemkab Bogor, dan pungutan kepada pihak rekanan yang memenangkan tender.

Tak hanya itu, Yasin pun diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Velfire senilai Rp 825 juta.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*