Akademisi IPB Gelar Talkshow untuk gali Solusi Atasi Abrasi di Muara Gembong
BOGOR (KM) – Himpunan Profesi Resources Environmental Economics Student Association (REESA) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan kegiatan “Green Generation in Discussion of Environmental and Agriculture Economics (GREENTEA)â€.
Talkshow bertemakan “Terkikis Abrasi, Masih adakah Harapan di Muara Gembong?†itu bertempat di Kampus IPB Dramaga Bogor dan turut dihadiri oleh warga Muara Gembong, Kepala Pusat Studi Bencana IPB Dr. Yonvitner, serta pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan IPB, pada Senin 25/2 lalu.
Kegiatan tersebut memaparkan kondisi terkini di Muara Gembong serta menanggapi dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Masalah pengikisan pantai oleh gelombang dan arus laut menjadi polemik yang harus diselesaikan. Perlu tindakan lebih lanjut untuk mengatasinya, dengan mendatangkan pakar ahli dan narasumber langsung dari Muara Gembong Bekasi.
Muara Gembong adalah Kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terdampak bencana abrasi. “Abrasi ini mengakibatkan sekitar dua desa di Kecamatan Muara Gembong tenggelam, tambak hilang, sarana ibadah rusak, ekosistem rusak, anak-anak putus sekolah dan masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar warga Muara Gembong Alpiyah seperti dikutip oleh rilis pers yang diterima KM, Jumat 28/2.
Berdasarkan pemaparan Ketua Pusat Studi Bencana IPB, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi abrasi yaitu dengan mengoptimalkan alokasi dana desa, membangun Indonesia Mangrove Subcity, dan merancang rumah anti abrasi khusus untuk daerah pesisir pantai.
“Selain itu masyarakat harus semakin sadar dengan peran ekosistem mangrove sebagai penangkal alami abrasi,” tambah Yonvitner.
Selain dari pakar ahli, terdapat sesi diskusi untuk menampung aspirasi mahasiswa terkait solusi untuk mengatasi abrasi, berdasarkan bidang keilmuan dilingkup IPB, seperti Himatesil, TGC dan Himasiera.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment