KUPAS KOLOM: Dukung Trem Dan Obligasi Sepanjang Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Kemajuan Kota Bogor

Iklas Trieramdhani

Oleh Iklas Trieramdhani SE. MM

Tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Bogor terus meningkat, dan sangat mengerikan jika tidak ditanggulangi karena akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Kemacetan lalu lintas ini terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah penduduk, jumlah kendaraan yang semakin bertambah dari tahun ke tahun dan jumlah ruas jalan yang ada atau tersedia. Dari data Badan Pusat Statistik Kota Bogor, pertumbuhan penduduk di Kota Bogor meningkat tiap tahunnya adalah 1,53 %, ini angka yang cukup besar peningkatannya dibandingkan kota – kota lain, bandingkan Kota Jakarta pun pertumbuhannya hanya 1,1% pertahunnya. Bisa dibayangkan pertumbuhan kendaraanya, jika pertumbuhan penduduknya pun sudah sebesar 1,53%, dan ruas ruas jalan di Kota Bogor ini sulit untuk dilakukannya pelebaran.

Jadi jika menemukan kemacetan di Kota Bogor ini sudah tidak perlu disalahkan lagi. Bisa dikatakan Kota Bogor ini telah banyak mencapai kemajuan baik di bidang sarana prasarana dan bidang ekonomi nya. Dengan kenyataan kemajuan ini dilihat dari PAD Kota Bogor yang dari tahun 2014 hingga sekarang mengalami peningkatan terus, dan dengan target tahun 2020 ini total PAD sebesar Rp 1,08 Triliun,
kita apresiasi tentang pencapaian yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Bogor yang dipimpin oleh Walikota Bima Arya ini.

Menyikapi dari terus bertumbuhnya ekonomi di Kota Bogor ini, saya berpendapat bahwa sarana dan prasarana di Kota Bogor harus terus ditingkatkan dan harus melakukan
lompatan terobosan khususnya di bidang transportasi karena, tidak bisa di pungkiri bahwa di Kota Bogor ini kondisinya, jalanan yang diwariskan dari pemeritah sebelumnya hanya segitu-segitu saja. Pemerintah saat ini sudah berhasil dengan membangun
flyover di titik-titik rawan kemacetan di Kota Bogor, dan perluasan ruas jalan ini, yang berdampak pada berkurangnya kemacetan lalu lintas di Kota Bogor.

Ide pembangunan trem adalah terobosan yang cerdas, bagaimanapun untuk menghadapi laju pertumbuhan penduduk di Kota Bogor, harus dilakukan transformasi penggunaan kendaraan pribadi terhadap pengunaan kendaraan umun atau masal.

Persoalannya adalah bagaimana pemerintah mampu mendorong dan menciptakan transportasi masal yang menarik dan mampu merubah kebiasaan masyarakat yang sudah cenderung menikmati kendaraan pribadi.

Tentu kita sangat setuju dengan ide pembangunan trem ini, namun yang harus dilakukan adalah pembangunan trem ini, haruslah dapat menjangkau seluruh jalur di Kota Bogor, di 6 Kecamatan sehingga siapapun warga Kota Bogor yang hendak berpergian dan pulang ke rumahnya cukup dengan menggunakan trem.

Namun jika jalurnya tidak luas, di khawatirkan nanti masyarakat akan kesulitan jika bepergian di titik-titik tertentu di Kota Bogor. Pembiayaan juga menjadi kendala untuk mewujudkan cita-cita itu, kami setuju dan mendukung di terbitkannya obligasi, sepanjang untuk kemajuan Kota Bogor dan kepentingan rakyat itu harus kita dukung. Pembangunan infrastruktur memang memegang kunci untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap naik.

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.