Ketum PP Muhammadiyah Buka Tanwir IMM di Lombok

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H .Headar Nashir saat membuka Aacara Tanwir IMM di Lombok, Kamis 6/2/2020 (dok. KM)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H .Headar Nashir saat membuka Aacara Tanwir IMM di Lombok, Kamis 6/2/2020 (dok. KM)

LOMBOK (KM) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadir dan membuka Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 6-9 Februari 2020.

Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dan Staf khusus Mendagri bidang Jaringan Politik A. Fajar Kurniawan

Haedar Nashir dalam amanatnya menyampaikan, jika IMM ingin mendinamisasi gerakannya, perlu mengantisipasi perubahan zaman yang terjadi.

“Kader IMM perlu meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan memahami identitas gerakan IMM itu sendiri,” ungkap Haedar dalam pers rilis yang diterima KM, Kamis 6/2.

Haedar menuturkan, melihat situasi saat ini, baik dalam konteks keumatan, dan kebangsaan, syarat perkembangan dan dinamika yang sangat kompleks, diharapkan kader IMM dapat adaptif pada perkembangan, tetapi tetap “berpijak pada identitas,” tutur Haedar.

“IMM harus menyiapkan hari ini untuk menyongsong masa depan dengan tantangan yang kompleks,” tegas Haedar.

Haedar juga berpesan agar tanwir yang mengangkat tema “Bersatu Memajukan Indonesia” menjadi wadah untuk perdebatan intelektual, dan “tajdid yang disertai dengan keadaban akhlak yang baik”.

Sementara Staf khusus Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Jaringan Politik, A. Fajar Kurniawan mengatakan, IMM diharapkan mampu menjaga eksistensinya dengan menerapkan tiga strategi.

“Ya ada tiga strategi yang menjadi pola kuat tidaknya, lemah atau tidaknya dihargai atau tidaknya, dan punya kemandirian dari organisasi yang berbasis anak muda,” ungkap Fajar.

“Adapun ketiga strategi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, strategi konseptual. Bahwa organisasi anak muda di Indonesia harus punya strategi konseptual, intelektual, cendekiawan, konsep-konsep dari berbagai sumber, dari dulu IMM adalah salah satu organisasi mahasiswa yang kuat secara konsep.”

“Kedua, strategi operasional, inilah problem atau masalah umum yang disadari tapi tidak pernah menemukan formula atau solusi yang tepat, tapi saya yakin IMM bisa menghadapi hal ini,” ujar Fajar.

Masih kata Fajar, yang ketiga adalah strategi finansial. “Sebagai orang yang pernah berkecimpung di IMM, saya memahami betul bagaimana mengembangkan strategi finansial bagi kemandirian organisasi. Membangun jaringan dan mengembangkan kreativitas merupakan salah satu kunci keberhasilan strategi ini tanpa mengintervensi organisasi tersebut,” terang Fajar.

“Saya berharap strategi finansial untuk mahasiswa dikembangkan, bagaimana membangun kemandirian dan mengembangkan kreativitas. Jaringan dari Sabang sampai Merauke diperkuat dan efektif dan efisien, bermanfaat tidak hanya kepada stakeholder tapi juga kepada masyarakat.”

“Dengan sendiri network terbangun, kemandirian itulah yang menyebabkan IMM tak mudah terintervensi oleh kekuatan manapun termasuk kekuatan politik,” pungkas Fajar.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*