Saluran Air Cikukulu Rusak Parah, Ancam Persawahan di Desa Cijambe

Kades Cijambe Didin S. bersama Babinsa di lokasi saluran air Cikukulu yang mengalami kerusakan (dok. KM)
Kades Cijambe Didin S. bersama Babinsa di lokasi saluran air Cikukulu yang mengalami kerusakan (dok. KM)

SUBANG (KM) – Saluran air Cikukulu yang biasa dimanfaatkan untuk mengairi persawahan masyarakat untuk menanam padi, khususnya bagi masyarakat yang berada di Dusun Dampit mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan saluran air tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur wilayah Subang dan sekitarnya.

Kadus IV, Asmat saat dikonfirmasi seputar rusaknya saluran air Cikukulu, Senin 6/1 mengatakan bahwa saluran air Cikukulu saat ini kondisinya mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga dengan rusaknya saluran air tersebut akan “berdampak sekali” kepada masyarakat yang mempunyai sawah yang biasa dialiri air dari saluran air tersebut.

Ketua BPD Cijamben, Nanang Rusmana, menuturkan bahwa melihat situasi dan kondisi, rusaknya saluran air Cikukulu diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi, kelabilan tanah dan juga kemungkinan dari kualitas pekerjaan pembangunan saluran air yang kurang baik.

“Solusinya yaitu untuk dari Pemerintahan Desa sampai ke Pemerintahan Kabupaten tolong diantisipasi [sic] secepatnya, karena disana harus ada tanggap darurat dan dimohon kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait untuk segera ada antisipasi atau penanganan segera,” katanya.

Sementara Kepala Desa Cijambe, Didin Saepudin mengatakan, curah hujan beberapa hari ke belakang yang cukup tinggi mengakibatkan saluran air Cikukulu sepajang kurang lebih 34 meter amblas, sehingga saluran air di sekitarnya mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga tidak bisa mengairi persawahan.

“Untuk menangani kerusakan saluran air tersebut adalah dengan cara membuat saluran air yang menggunakan paralon dengan diameter yang 12 inci-an, namun yang menjadi kendala saat ini adalah belum tersedianya paralon tersebut. Dengan adanya kejadian tersebut tentunya perlu penanganan segera mungkin, maka dari itu saya sebagai Kepala Desa akan membuat surat permohonan bantuan berupa proposal kepada Bapak Bupati Subang,” tegas Didin.

Reporter: Sunardi
Editor: HJA

Komentar Facebook