Program PKBM Diduga Jadi Ajang Bisnis Oknum Ketua-ketua Yayasan

Ketua LSM Laskar Hijau Indonesia (LHI), Edi Chang  (dok. KM)
Ketua LSM Laskar Hijau Indonesia (LHI), Edi Chang  (dok. KM)

BOGOR (KM) – Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan sebuah program peningkatan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia. Namun, hasil dari investigasi dan kajian selama beberapa tahun ke belakang oleh LSM Laskar Hijau Indonesia (LHI), banyak didapatkan “bukti-bukti” kegiatan PKBM menjadi ajang bisnis oleh oknum-oknum Ketua Yayasan untuk kepentingan memperkaya diri.

Melalui rilis pers yang diterima Kupas Merdeka kemarin 9/1, Ketua LSM LHI Edi Chang mengatakan, para oknum Ketua Yayasan PKBM telah “melenceng dan merusak maruah tujuan diadakannya program tersebut”,  sehingga dapat menghambat kemajuan masyarakat tidak mampu dalam mencapai kesetaraan tingkat pendidikan.

“Banyak data fiktif jumlah anggota atau siswa dalam kegiatan PKBM, ini sudah bukan fakta yang tabu untuk diketahui,” kata Edi Chang melalui   pesan WA yang diterima awak media KM kemarin.

“Lemahnya pengawasan dari pihak terkait itu menjadi hal yang biasa, karena beberapa oknum pejabat pasti bermain disitu, bahkan dari pihak salah satu Bank diduga ada kerjasama,” katanya.

“Kalau mereka tidak bermain, kenapa bisa dicairkan padahal nama yang tertera bukan nama asli, tamatan SD bisa terdata dalam paket C,” lanjutnya.

Dari sekian banyak bukti yang didapatkan dari hasil investigasi LSM LHI, Edi Chang menilai apa yang dilakukan oleh oknum-oknum Ketua Yayasan PKBM “sangat tidak bermoral” dan menciderai semangat dari tujuan diadakannya program PKBM.

“Insya Allah, kasus salah satu PKBM di Bogor Barat ini akan dibawa ke kementerian, akhir Januari 2020 LSM Laskar Hijau sudah mendapat respon dari Itjen Kemendikbud,” tegasnya.

“Masalah PKBM sangat menyedihkan kalau kita telusuri benar-benar, ini menjadi ajang ladang bisnis untuk memperkaya diri sendiri, yang tamat SD bisa terdata dalam Paket C bahkan yang meninggal pun masuk, bahkan Kartu KIP yang banyak disalahgunakan di PKBM,” pungkasnya.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*