Karyawan PT Timur Jaya Tuntut Pesangon Setelah Puluhan Tahun Kerja

Karyawan PT Timur jaya protes tuntut pesangon di Gedung DPRD Kota Tanjungbalai, Senin 13/1/2020 (dok. KM)
Karyawan PT Timur jaya protes tuntut pesangon di Gedung DPRD Kota Tanjungbalai, Senin 13/1/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Sekitar 28 orang karyawan PT. Timur Jaya yang telah di-PHK secara spontanitas melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Tanjungbalai dengan membawa spanduk besar, untuk mengadukan nasib mereka setelah bekerja di perusahaan itu selama puluhan tahun, Senin 13/1.

Saat berorasi di halaman DPRD Tanjungbalai, seorang peserta bernama Ibu Umroh menyampaikan keluhan dengan berlinangan air mata, bagaimana dirinya bekerja selama 30 tahun menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut, tetapi tiba-tiba diberhentikan pada tahun 2018 lalu tanpa menerima pesangon.

“Secara pertemuan dengan pihak-pihak tertentu sudah berulangkali, bersama perusahaan apalagi, surat menyurat yang kami terima sangat banyak, namun realisasi kami yang di-PHK tidak kunjung [turun] pesangon dari pihak perusahaan, maka kami sejumlah 28 orang mengadu kepada Dewan,” ujar Faisal Nasution, koordinator aksi unjuk rasa dalam orasinya kemarin.

“Ada yang sudah menerima pesangon teman satu orang senilai Rp 63 juta selama bekerja 21 tahun, dan herannya kami dari 28 orang sampai sekarang ternanti-nanti mendapatkan uang pesangon. Harapan kami DPRD dapat menindaklanjuti keadaan nasib kami, dan bila ditotal karyawan yang belum dapat pesangon dari jumlah 28 orang diperkirakan nilai per orang Rp 70 juta hingga Rp 100 juta,” tandasnya.

Advertisement

Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai Syahrial Bhakti pun menemui sejumlah perwakilan pengunjuk rasa di ruang kerjanya.

“Dulunya sudah kita mediasi soal karyawan PT. Timur Jaya, maka bagi karyawan yang di-PHK wajib menerima pesangon dari perusahaan tempat bekerja, ini tugasnya Komisi C Dewan, tentunya nanti kita panggil Disnaker untuk rapat dengar pendapat dimana kendalanya uang pesangon karyawan tidak diberikan oleh perusahaan, kita tetap respon,” kata Syahrial.

“PT. Timur Jaya memang tidak riskan dalam memberi pesangon, itu ada Undang-undang dan hak karyawan yang di-PHK pesangon wajib dibayarkan dengan tenggang waktu, dan apapun alasan pengusaha tetap dibayarkan pesangon/gaji karyawan, bila tidak dibayar itu nama sang pengusaha sudah ingkar janji, kepada Disnaker harus tahu, yakinlah Dewan akan memperjuangkan pesangon gaji karyawan,” pungkasnya.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*