Aktivis: Janji Bima Arya Kepada Budayawan Sunda Saat Berkampanye tidak ada yang Terlaksana

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor, Rabu 5/9/2018 (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor, Rabu 5/9/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Gonjang ganjing muncul di media sosial terkait sejumlah komitmen Wali Kota Bogor Bima Arya yang diungkapkan dirinya dalam silaturahmi dengan budayawan Sunda yang digelar saat pencalonan Pilkada pada 2018 lalu yang hingga saat ini belum terlaksanakan. Kenyataan tersebut mendapat kritik keras Kabid Hikmah Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bogor Iksan Awaludin.

“Menuju satu tahun memimpin kembali Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya hari ini menjadi sorotan para budayawan. Bima dituding belum menunaikan janji dan komitmennya saat mencalonkan diri kembali menjadi Wali Kota Bogor untuk kedua kalinya,” ungkap Iksan yang juga demisioner Presidium Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Rabu 25/12.

“Jika betul adanya fakta tersebut, Bima Arya terkesan tidak menghargai dan menghormati budayawan di Kota Bogor khususnya, dan juga budaya Sunda secara keseluruhan,” tambah Iksan.

“Bagaimana bisa membawa Bogor lebih baik dan berkemajuan, jika ingkar terhadap nilai-nilai budaya yang ada?” ketusnya.

Advertisement

“Untuk itu kami mendesak Walikota Bogor, untuk segera menunaikan janji atau komitmennya kepada para budayawan, jangan sampai “Bogor Berlari” hanya menjadi ekspetasi belaka karena realitas yang terjadi di lapangan semuanya lambat,” pungkas Iksan.

Tahun 2018 lalu, Bima yang saat itu menjadi calon petahana menyampaikan 9 janji politik kepada budayawan saat berkampanye:

1. Memperkuat identitas budaya Bogor sebagai ibu kota Kerajaan Pajajaran dengan membangun Museum Pajajaran.

2. Revitalisasi Cagar Budaya.

3. Pengembangan Komunitas Budaya Sunda.

4. Menyelenggarakan pagelaran seni secara rutin.

5. Menggelar Lomba Kasundaan.

6. Memasukkan nilai seni budaya Sunda dalam muatan lokal Kasundaan.

7. Penguatan simbol dan arsitektur Kasundaan dalam setiap bangunan fisik.

8. Identitas Sunda dalam semua aspek harus lebih menonjol.

9. Pembinaan mental dan nilai. budaya Sunda secara berkelanjutan

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*