Adian: “Pancasila Ideologi yang tidak Bisa Ditawar”

Anggota DPR RI Adian Napitupulu memberikan sosialisasi 4 pilar di kawasan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa 10/12/2019 (dok. KM)
Anggota DPR RI Adian Napitupulu memberikan sosialisasi 4 pilar di kawasan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa 10/12/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Anggota DPR RI Adian Napitupulu mengajak masyarakat untuk “menjaga keutuhan NKRI” serta merawat kebangsaan dengan Pancasila sebagai ideologi yang “tidak bisa ditawar”, Minggu 8/12. Hal itu diungkapkan politisi PDIP itu dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, di hadapan sekitar 200 warga dan tokoh masyarakat.

Adapun Kecamatan Babakan Madang merupakan daerah konstituen legislator dari Dapil Kabupaten Bogor V itu.

Adian menegaskan kepada masyarakat yang hadir tentang perlunya menjaga ke utuhan NKRI merawat kebangsaan dengan Pancasila sebagai ideologi yang tidak bisa ditawar.

“Bangsa kita bangsa besar dan majemuk, diperlukan satu kebersamaan dan kesatuan yang utuh dalam menjaga bangsa ini, dan Pancasila pilar utama yang harus kita jaga dan kita amalkan dalam kehidupan di tengah masyarakat dan tidak bisa ditawar,” tegas anggota Komisi I ini di hadapan peserta.

“Tidak ada tempat bagi mereka yang ingin merubah ideologi Pancasila, saya berharap masyarakat cerdas dalam menerima berita atau informasi yang beredar, sekarang kita lihat banyak informasi-informasi hoax yang di-framing atau dikemas dengan isu agama agar kita berbenturan sesama anak bangsa,” katanya.

“Padahal tujuan mereka politik untuk merebut kekusaan yang sah dan merubah ideologi Pancasila, UUD 45 serta mengoyak-ngoyak Bhinneka Tunggal Ika, melakukan pembenaran-pembenaran mengatasnamakan agama,” katanya.

Lebih lanjut, anggota DPR RI ini berharap agar masyarakat mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika “jangan sampai terdegradasi oleh pembenaran-pembenaran berbalut agama”. “Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*