Mobil Siaga Desa Barengkok Leuwiliang Hilang Saat Dipakai Sekdes

Mobil Siaga Desa (dok. Jombangkab.go.id)
Mobil Siaga Desa (dok. Jombangkab.go.id)

BOGOR (KM) – Di balik kemeriahan pesta demokrasi Pilkades Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Minggu kemarin (3/11), Pemdes Barengkok dikejutkan dengan adanya informasi yang disampaikan oleh Sekdes Feri bahwa Mobil Siaga Desa yang dibawanya hilang.

Informasi kehilangan Mobil Siaga Desa ini mendapat reaksi dan asumsi dari masyarakat Desa Barengkok, salah satunya datang dari H. Arman, tokoh masyarakat setempat yang mengatakan bahwa dirinya merasa “kaget dan heran.”

“Sebelumnya, saya melihat sebelum hari pencoblosan mobil tersebut, namun saya heran baru kali ini saya mendengar ada mobil plat merah yang dicuri atau hilang,” katanya.

“Kalau benar-benar mobil itu hilang dalam acara kedinasan seperti parkir di gedung pemerintahan contohnya di kecamatan, atau di parkiran gedung dinas kabupaten itu kita maklumi dia dalam tugas, sedangkan ini dipergunakan untuk kepentingan pribadi ya harus diganti secara pribadi juga,” tegasnya.

Di tempat yang sama, ketua BPD Desa Barengkok Tisna Patua menjelaskan bahwa dirinya belum dapat penjelasan kronologis kejadian dari Fery. Informasi dari Fery hanya baru mengatakan mobil siaga itu hilang di wilayah Cemplang untuk mengambil snack atau makanan untuk panitia Pilkades.

Secara terpisah, ketika ditemui di Kantor Kecamatan Leuwiliang, Agus, Pjs Kades Barengkok membenarkan telah terjadinya kehilangan Mobil Siaga Desa Barengkok. “Hasil keterangan Fery mobil hilang di wilayah Cemplang, dan saya sudah menyuruh agar membuat laporan kehilangan ke Polsek Cibungbulang,” ujarnya.

“Namun sampai Selasa siang, Sekdes belum menghadap memberitahukan bahwa sudah membuat laporan kehilangan, bahkan susah untuk dihubungi sepertinya HP nya tidak aktip,” lanjut Agus.

“Karena urgensinya kendaraan tersebut bagi masyarakat, untuk sementara kemungkinan kita akan menyewa mobil atau meminjam mobil operasional dari Kecamatan,” tegasnya.

Senada, PLT Sekcam Kecamatan Leuwiliang yang juga menjabat Kasie Trantib Lukman mengatakan bahwa sampai hari Selasa dirinya belum mendapatkan hasil laporan kehilangan dari Kepolisian yang dilaporkan oleh Fery.

“Hal ini dapat menimbulkan asumsi-asumsi publik yang kurang baik dan banyak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah mobil siaga tersebut benar-benar hilang atau di hilangkan,” katanya.

“Dengan adanya bukti surat laporan kehilangan, menjadi dasar laporan ke Dinas DPMD agar mendapat solusi atau arahan untuk penggantian kendaraan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*