Aktivis: Pilkades Ajang Pembelajaran Politik
BOGOR (KM) – Sebanyak 273 calon kepala desa (Cakades) di Kabupaten Bogor akan melakukan pemilihan serentak yang akan dilaksanakan Minggu 3/11 besok.
Pilkades serentak ini adalah ajang cari pemimpin dan menjemput pemimpin untuk perubahan di Kabupaten Bogor. Putra-putri terbaik Kabupaten Bogor akan melangsungkan pemilihan kepala desa di desa masing-masing.
Ketua “Asosiasi Perlindungan Hukum Rakyat Republik Indonesia” Ruby Falahadi menyampaikan bahwa siapapun nanti yang akan terpilih sebagai Kades, hal itu adalah pilihan rakyat.
“Jadi siapun yang terpilih itulah yang baik dari yang baik,” ungkapnya kepada kupasmerdeka.com, Sabtu 2/11.
Menurut Ruby, alam demokrasi kontestasi politik tingkat desa ini teramat penting sebagai mekanisme konstitusional yang telah diatur dalam undang-undang mengganti pemimpin desa atau meneruskan pemimpin untuk ke arah yang lebih baik.
“Pembangunan negeri berawal pembangunan dari desa, bagaimana cara pemimpin mengelola desa agar warganya sejahtera. Jadi siapapun yang terpilih, jalankan amanah dan jalankan pemerintahan desa,” terang Ruby.
Masih kata Ruby, agar para tim pemenangan dan relawan pemenangan jangan menjadikan Pilkades sebagai ajang perpecahan, tapi jadikanlah pemilihan kepala desa ini sebagai tempat pembelajaran politik lokal untuk menyatukan desa dan warga masyarakat.
“Ya pada pemilihan Kades secara serentak di Kabupaten Bogor ini sebagai contoh penerapan politik lokal untuk politik nasional. Jangan ada agitasi propaganda, jangan ada politik pragmatis, karena sahabat-sahabat saya, 273 kepala desa adalah putra-putri terbaik yang akan memimpin desa, mari kita satukan rakyat dan masyarakat untuk pesta demokrasi di Kabupaten Bogor ini,” pungkas Ruby.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment