Aktivis Sayangkan Maraknya Penyalahgunaan Fungsi Trotoar di Kota Tanjungbalai

Kondisi salah satu trotoar di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (dok. KM)
Kondisi salah satu trotoar di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Aktivis lingkungan Nazmi Hidayat Sinaga menyikapi dan mengkritisi fungsi dan peruntukan trotoar yang ada di Kota Tanjungbalai, yang dinilainya telah kehilangan fungsinya, yaitu sebagai area bagi pejalan kaki dan bukan tempat berjualan.

“Sebagai masyarakat, sangat miris terhadap kondisi trotoar yang ada di Kota Tanjungbalai saat ini. Seharusnya Pemerintah Kota melalui dinas terkait harus lebih serius dalam persoalan fungsi trotoar,” ungkap Nazmi saat ditemui KM di kediamannya, Senin 28/10.

“Jika trotoar merupakan jalur khusus pejalan kaki, ya khususkan memang untuk pejalan kaki,” tambah Nazmi.

Nazmi berharap agar Pemerintah Kota segera melakukan penertiban secara umum dan keseluruhan, baik itu PKL, pencucian mobil atau tambal ban, parkir yang berada di trotoar, serta memberikan solusi kepada mereka.

“Ya para pengguna trotoar seperti PKL, parkir-parkir liar harus segera ditertibkan oleh Pemerintah dan Dinas terkait, sekaligus memberikan solusi kepada mereka, seperti relokasi tempat yang layak bagi para PKL yang selama ini berdagang menggunakan trotoar jalan,” harap Nazmi.

Lebih lanjut Nazmi mengatakan, berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999, yang dimaksud dengan trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki yang terletak di daerah manfaat jalan, yang diberi lapisan permukaan dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan.”

“Jadi jelas trotoar adalah jalur khusus bagi pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki, namun seringkali fungsinya disalahgunakan,” pungkas Nazmi.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Komentar Facebook