Warga Sei Kepayang Asahan Temukan Pohon Bajakah

Warga Sei Kepayang meminum air yang keluar dari batang pohon yang diyakini sebagai pohon bajakah.
Warga Sei Kepayang meminum air yang keluar dari batang pohon yang diyakini sebagai pohon bajakah.

ASAHAN, SUMATERA UTARA (KM) -Warga Desa Sei Kepayang,Kecamatan Sei Paham, Kabupaten Asahan beramai-ramai mendatangi salah satu pohon kayu yang tumbuh di pinggiran parit besar yang berada di desa mereka pada Jumat 31/8.

Pasalnya, pohon tersebut diyakini sebagai pohon kayu bajakah yang diklaim memiliki khasiat yang tinggi untuk penyembuhan penyakit kanker. Hal itu dituturkan Samsul, salah seorang warga setempat.

“Saya pernah lihat berita di TV, berita tentang pohon ini. Pohon ini sama seperti yang tumbuh di Kalimantan, yang dapat menyembuhkan penyakit kanker dengan meminum air dari batang pohon ini. Kalau di kampung kami ini namanya Andor Kail-Kail, tapi kalau yang saya lihat di berita, di Kalimantan namanya bajakah,”
jelas Samsul.

Sementara itu, warga lain menambahkan bahwa sebelumnya, mereka sudah mengetahui tentang khasiat pohon di desanya itu sebagai obat. “Kalau tentang khasiat pohon kayu ini untuk obat, kami sudah lama tahu, tapi yang kami ketahui sejak turun temurun, hanya untuk obat sakit-sakit kepala, sakit perut dan banyak khasiat lainnya lah,” jelasnya.

“Makanya kami yakin ini pohon bajakah yang ada di Kalimantan itu. Setiap dipotong batang pohon ini dia mengeluarkan air dan dapat diminum airnya, bentuk batangnya juga sama persis, dan tempat tumbuhnya juga sama, selalu tumbuh dengan batang pohon-pohon lain,” tutupnya.

Belakangan ini memang sedang heboh penemuan khasiat ekstrak kayu bajakah, tanaman asli Kalimantan yang disebut-sebyt sebagai “obat penyembuh kanker” . Ekstrak kayu bajakah ini berhasil disintesis oleh tiga siswi SMA Palangkaraya dan diklaim mampu menyembuhkan kanker pada tubuh manusia. Hasil penelitian ketiga siswi SMA Palangkaraya tentang penemuan ekstrak kayu Bajakah ini pun viral dan sampai menyabet medali emas di Korea Selatan.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*