Sidang Kasus Pengeroyokan Warga Desa Rabak Rumpin Ditunda

Korban pengeroyokan warga bersama kuasa hukum dan keluarganya di PN Cibinong, Rabu 18/9/2019 (dok. KM)
Korban pengeroyokan warga bersama kuasa hukum dan keluarganya di PN Cibinong, Rabu 18/9/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Setelah koma selama empat hari di rumah sakit, akhirnya Muhammad Aji Nursalam mulai melihat kemungkinan adanya keadilan dengan dilangsungkannya agenda panggilan sidang pertama memberikan kesaksian.

Pria itu merupakan korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Hayatul Farid dan teman-temannya di Kampung Duku Malang RT 05/01 Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Anggota tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Tosa (LBHT) Ruby Falahadi mengatakan bahwa kliennya merupakan korban “keganasan” Hayatul Farid alias Farid dan teman temannya, yang melakukan pengeroyokan dengan main hakim sendiri, yang menurutnya berawal dari kesalahpahaman.

“Di sini klien saya hanya mencari keadilan atas apa yang telah ia dapatkan. Ini juga menjadi pembelajaran bagi para warga agar jangan sekali-kali main hakim sendiri,” ujar Ruby kepada KM kemarin.

Kata Ruby, seharusnya persidangan sudah dimulai dengan agenda sidang mendengarkan kesaksian korban maupun saksi yang mendengarkan dan melihat serta yang merasakan.

“Namun sidang ditunda atas permintaan kuasa hukum tersangka, dikarenakan keberatan atas penetapan kliennya sebagai tersangka dan sekarang sudah menjadi terdakwa,” terang Rubi.

Lebih lanjut Rubi mengatakan, walaupun pihak Kepolisian hanya menetapkan satu tersangka atas nama Hayatul Farid, tetapi masih ada lima orang lagi yang saat ini masih dalam pencarian pihak Kepolisian Sektor Rumpin.

“Kami juga berharap mereka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut tertangkap semua. Tapi proses pengadilan harus tetap berjalan,” pungkas Rubi.

Reporter: Firman
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*