Pemkot Bogor dan Aparat Diminta Periksa Pemenang Lelang Proyek Beralamat Fiktif, Hentikan Proyek yang Berjalan

Proyek kolam retensi di Tanah Baru, Kota Bogor, yang dikerjakan oleh perusahaan yang diduga beralamat fiktif (dok. KM)
Proyek kolam retensi di Tanah Baru, Kota Bogor, yang dikerjakan oleh perusahaan yang diduga beralamat fiktif (dok. KM)

BOGOR (KM) – CV. Ananda Azka Perkasa, pemenang tender proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan nilai miliaran rupiah yang diduga kuat beralamat fiktif hingga saat masih belum mendapatkan teguran maupun tindakan dari Pemkot maupun penegak hukum.

“Seharusnya dengan adanya polemik dugaan kuat alamat fiktif CV. Ananda Azka Perkasa, pihak penegak hukum baik itu Kepolisian dan Kejaksaan Kota Bogor segera melakukan tindakan untuk memanggil dan memeriksa CV tersebut,” ungkap Ketua Aliansi Pengawal Pelayan Publik Dan Kebijakan Publik Republik Indonesia (AP3KPRI) Ruby Falahadi kepada KM, Sabtu 7/9.

“Dan juga para penyelenggara lelang tender tersebut harus diperiksa, bagaimana bisa proyek bernilai miliaran rupiah dapat dimenangkan oleh CV. Ananda Azka Perkasa yang tidak jelas keberadaannya,” tambah Ruby.

Ruby menuturkan, penegak hukum jangan hanya berdiam. “Perlu pendalaman dalam masalah yang berkaitan dengan uang negara ini,” katanya.

“Untuk itu berhentikan dulu proyek yang sedang berjalan dari CV. Ananda Azka Perkasa, jika memang terbukti alamat fiktif, segera proses hukum CV. Ananda Azka Perkasa, dan juga pihak penyelenggara lelang di Pemkot Bogor,” terang Ruby.

Masih kata Ruby, karena lolosnya sebuah perusahaan yang diduga kuat fiktif keberadaannya dalam proyek besar mencapai miliaran rupiah, terindikasi kuat ada kerjasama dari perusahaan dengan penyelenggara lelang.

“Ya segera periksa secara hukum persoalan tersebut, segera hentikan proyek yang sudah berjalan dari CV. Ananda Azka Perkasa,” pungkas Ruby.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*