Habibie Wafat, Pemerintah Tetapkan 12-14 September Sebagai Hari Berkabung Nasional

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, di Jakarta pada Rabu, 11/9/2019
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, di Jakarta pada Rabu, 11/9/2019

JAKARTA (KM) – Pemerintah menetapkan tanggal 12 hingga 14 September 2019 sebagai Hari Berkabung Nasional untuk memberikan penghormatan bagi Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang berpulang pada Rabu, 11/9/2019.

“Jadi kita menetapkan berkabung nasional selama tiga hari sampai tanggal 14 September,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara pada Rabu, 11 September 2019.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama tiga hari tersebut.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang, nanti sampai tanggal 14 September 2019,” ucap Mensesneg.

Penetapan Hari Berkabung Nasional dengan mengibarkan Bendera Negara setengah tiang tersebut tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Sebelumnya, Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie  hari ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu, 11 September 2019, sekitar pukul 18.05 WIB.

Presiden Joko Widodo mengenang sosok B.J. Habibie sebagai seorang negarawan yang patut dicontoh dan dijadikan teladan. Tak jarang Presiden Jokowi berdiskusi berbagai persoalan bangsa dengan B.J. Habibie.

“Setiap persoalan-persoalan yang ada di negara kita, baik yang berkaitan dengan persoalan ekonomi atau persoalan kebangsaan, beliau selalu langsung menyampaikan solusinya, jalan keluarnya. Kadang sering beliau datang ke Istana ataupun saya yang datang ke rumah Pak B.J. Habibie. Saya kira beliau adalah seorang negarawan yang patut kita jadikan contoh dan suri teladan dalam berkehidupan,” katanya.

Bagi Jokowi, selain sebagai Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie juga sebagai seorang ilmuwan dan Bapak Teknologi Indonesia. Pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936, tersebut berpulang setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019.

“Beliau berpulang ke Rahmatullah dalam usia 83 tahun dan nantinya dari Rumah Sakit Gatot Soebroto akan dibawa ke rumah duka beliau di Kuningan,” kata Presiden.

Di awal keterangannya, Presiden Jokowi juga menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya B.J. Habibie.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa, atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Prof. B.J. Habibie, tadi jam 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto,” ucapnya.

Presiden juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, dan berharap cita-cita B.J. Habibie semasa hidupnya dapat terus dilanjutkan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, diberikan kesabaran, dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan oleh Bapak Prof. B.J. Habibie semasa hidupnya,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Jokowi langsung menginstruksikan dirinya untuk mempersiapkan segala keperluan, memfasilitasi keluarga, hingga persiapan untuk upacara pemakaman almarhum B.J. Habibie.

Upacara pemakaman Habibie dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi hari ini. Adapun Almarhum akan dimakamkan di sebelah almarhumah Ibu Ainun Habibie.

“Insya Allah besok upacara juga akan dipimpin oleh Pak Presiden,” kata Mensesneg di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara semalam.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*