Lepaskan Tembakan Bertubi-Tubi, Polisi Tanah Jambo Aye Ringkus 3 Pemuda yang Tengah Pesta Narkoba

Ilustrasi penangkapan pengguna narkoba.
Ilustrasi penangkapan pengguna narkoba.

ACEH UTARA (KM) – Tiga pria ditangkap polisi di kawasan Desa Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Selasa 30/7 sekira pukul 22.00 dalam sebuah pengejaran polisi terhadap terduga pengedar dan penyalahguna narkoba.

Ketiganya sekarang sedang menjalani proses penyidikan di Mapolsek Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Adi Sucipto menerangkan bahwa penangkapan ketiga pria tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat.

Menurut Kapolsek, sebuah mobil yang mencurigakan masuk ke dalam salah satu lorong di Desa Alue Papeun dan setelah itu kepala desa menghubungi Polsek Tanah Jambo Aye.

Ketiga pria tersebut adalah M (34) warga Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, BI (33) warga Desa Glumpang Sulu Barat Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dan BA (39) warga Desa Komplek Bumi Panyilekang, Kecamatan Cipadung Kidul, Kota Bandung.

Disebutkan, setelah mendapat informasi tersebut Wakapolsek Tanah Jambo Aye menuju ke lokasi kejadian.

Sesampai di lokasi, polisi langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan ketiga tersangka beserta barang bukti berupa satu buah bong yang masih ada sisa sabu yang sedang dipakai.

Selain sisa sabu tersebut yang berada dalam pipet, barang bukti lain yang diamankan adalah mobil Suzuki Ignis dengan nomor polisi D 1726 AGV.

Sedangkan dua pria lainnya langsung melarikan diri, dan tersangka yang ditangkap beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Tanah Jambo Aye guna pengusutan selanjutnya.

Informasi lain yang dikumpulkan pihak media, tembakan bertubi-tubi dilakukan polisi sebagai peringatan agar mereka tidak kabur. Sontak suara tembakan pada malam hari itu mengejutkan warga.

Namun dua pria berhasil melarikan diri. Diduga keduanya warga di kawasan Tanah Jambo Aye, sehingga sudah menguasai kawasan tersebut.

Sedangkan tiga pria lain yang ditangkap tersebut adalah warga pendatang.

“Awalnya saya mendapat informasi dari warga saya, ada sebuah mobil warna putih masuk ke kampung kami kemudian menuju sebuah lorong,” kata Keuchik Alue Papeun Usman Kaoy kepada pihak media, Rabu 31/7 pagi.

Setelah ditelusuri warga, kata Keuchik, ternyata ada tiga pemuda di dalam mobil tersebut. Warga semakin curiga karena mobil tersebut melaju ke sebuah kebun milik warga.

Para penumpang mobil itu pun kemudian keluar dan berkumpul di sebuah gubuk di belakang rumah warga, bersama 2 orang lain.

“Karena curiga, saya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi,” ujar Usman.

Tak lama kemudian petugas langsung menuju ke lokasi untuk memastikan, karena gerak-gerik tiga pemuda tersebut mencurigakan.

Saat itu Keuchik juga bersama polisi ke lokasi tersebut. Sesampai di lokasi kejadian, kata Keuchik, ia dan polisi menemukan tiga pemuda tersebut sedang isap sabu di gubuk tersebut, sedangkan dua pemuda lainnya berada di bawah gubuk. Setelah itulah pengejaran dan penembakan terjadi hingga polisi menahan 3 tersangka.

“Mereka sudah sering masuk ke kawasan kami dan kehadiran mereka sangat meresahkan warga,” ujar Keuchik.

Karena itu dirinya sangat berterimakasih kepada polisi sudah menangkap mereka untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah penangkapan tersebut, baru warga ramai-ramai ke lokasi kejadian,” pungkas Keuchik.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*