Kerusuhan di Cianjur Diawali Tuntutan Sederhana

CIANJUR (KM) – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur harus dinodai dengan insiden terbakarnya tiga orang anggota Polres Cianjur, yaitu Aiptu Erwin Yudha, Bripda Yudi Muslim dan Bripda F. A. Simbolon. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Cianjur.

Massa aksi yang berjumlah lebih kurang 50 orang tersebut mulai berkumpul dan berorasi di depan kantor DPRD Kabupaten Cianjur kemarin pagi pukul 10.00 WIB.

Aksi yang mengatasnamakan organisasi Cipayung Plus, yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa dan pemuda diantaranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cabang Cianjur, HIMAT dan CIF, di bawah Korlap M. Fadli Fahmi, menuntut janji para anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

Massa aksi tersebut diterima oleh sekretaris DPRD Cianjur, Aris, yang mengatakan bahwa tuntutan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan Dewan, dan pihaknya akan mengundang OKP Cipayung Plus untuk audiensi dengan pimpinan.

Usai diterima Sekwan DPRD Cianjur, aksi unjuk rasa berlanjut ke kantor Pemkab Cianjur dan massa aksi tiba di kantor Pemkab Cianjur sekitar pukul 12.00 WIB, dan dihadang oleh Satpol PP.

Diduga kecewa karena keinginannya untuk bertemu dengan Plt. Bupati Kabupaten Cianjur tidak terpenuhi, massa aksi melakukan pemblokiran jalan dan membakar ban namun aksi tersebut dilerai oleh anggota Polres Cianjur.

Peleraian oleh anggota Polres Cianjur tersebut membuat massa aksi menjadi brutal dan mengakibatkan tiga anggota Polres Cianjur terkena luka bakar setelah salah satu massa aksi menyiramkan bensin ke sekitar ban yang sudah terbakar dan menyambar tubuh ketiga anggota Polres Cianjur yang tengah berupaya memadamkan api tersebut.

Reporter: Agus
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*