7 Proyek TPT Belum Dibayar Pemkot Bogor, Kontraktor Laporkan Politisi PAN ini ke Polisi

Ilustrasi

BOGOR (KM) – Kosasih Saputra, anggota legislatif Kota Bogor periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi, kembali dilaporkan seorang pengusaha bernama Arif Dapang Sadeli ke Polresta Bogor Kota pada Senin 5/8 terkait kasus dugaan penipuan pada proyek pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) di beberapa kelurahan di Kota Bogor.

“Kerugian yang saya dapat pada proyek pekerjaan TPT pada tahun 2016 lebih dari Rp 1 miliar. Pekerjaan TPT 1 titik di Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan, 2 titik di Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat, 2 titik di Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal dan 2 titik di Kelurahan Cimahpar Bogor Utara, semua pekerjaan sudah selesai dan dilaporkan lengkap pada 2016 lalu,” ungkap Arif kepada KM, Senin 5/8.

“Sudah 3 tahun ini belum ada sama sekali pembayaran yang saya terima. Surat pekerjaan yang keluar dengan adanya tanda tangan Lurah dan Kecamatan tersebut maka saya meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, untuk menyelesaikan persoalan ini,” tambah Arif.

“Selama tiga tahun kerugian lebih dari Rp1 miliar saya tidak jelas harus meminta kemana, saat itu pekerjaan selesai diketahui dan ditandatangani mulai dari warga, RT, RW dan lurah di wilayah. TPT sudah selesai dan dirasakan oleh masyarakat, maka saya melaporkan Kosasih Saputra ke Kepolisian sebagai dasar agar Pemkot Bogor juga ikut bertanggungjawab atas kerugian yang saya dapat,” tambahnya.

Laporan tersebut dikatakannya sebagai dasar untuk meminta pertanggungjawaban dari Pemkot Bogor agar segera membayarkan apa yang sudah selesai dikerjakan pihaknya.

Arif juga mengeluhkan kerugian yang ia tanggung akibat proyek-proyek tersebut tidak dibayar. “Dampak kerugian yang saya alami sekarang ini, sampai aset rumah disita oleh bank. Saya hanya pengusaha kecil, harus kemana lagi menuntut hak pembayaran ini?” keluhnya.

“Ya saat sidang kasus Kosasih, Pemkot juga sudah tahu bahwa pekerjaan ini belum dibayarkan, maka sekarang sudah sekitar 3 tahun batas kesabaran sudah habis, maka saya melaporkan kepada Kepolisian, dan juga meminta Pemkot Bogor ikut bertanggungjawab membayarkan apa yang sudah saya kerjakan di wilayahnya,” pungkas Arif.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*