Polres Tanjungbalai Ringkus Pencuri Motor Karyawan Indomaret

(dok. KM)
(dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM)
Ingin bergaya hidup mewah dengan membeli pakaian dari hasil kejahatan, Andi Gunawan (29) warga Batu 9, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, diringkus oleh personil Timsus Gurita Polres Tanjungbalai pada Minggu 28/7 malam.

Tersangka yang berprofesi sebagai nelayan ini diringkus di Jalan Sipori- Pori, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjungbalai, ketika tengah di jalan pulang ke rumahnya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan
Polisi yang dibuat oleh korban
Desi Novita (25) seorang karyawan Indomaret warga Dusun 4, Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan.

“Ceritanya begini, pada hari Jumat [26/7] korban yang berkerja sebagai karyawan Indomaret yang terletak di Jalan Yos Sudarso, lingkungan I, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung memarkirkan sepeda motornya Yamaha Jupiter Z warna hitam No Pol. BK 6951 BAD tersebut di halaman Indomaret tersebut,” jelas Kapolres dalam jumpa pers Senin 29/7.

Namun alangkah terkejutnya, setelah ia selesai bekerja pada pukul 23.00 WIB dan akan pulang ke rumahnya, sepeda motornya tidak berada di tempatnya. Korban bersama teman-temannya berusaha mencari ke merata tempat namun tidak berhasil.

Merasa sepeda motornya telah dicuri, korban pun membuat laporan polisi ke Polsek Teluk Nibung.

Timsus Gurita yang dipimpin oleh Ipda Syahril Situmorang bersama Tim Busernya langsung terjun ke lapangan dengan mengumpulkan data mengambil keterangan warga. Dari hasil kerja keras Timsus dan informasi warga, akhirnya ciri- ciri pelaku berhasil diketahui.

“Tersangka diamankan saat mengendarai sepeda motor ketika hendak pulang ke rumahnya. Tersangka awalnya tidak mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor namun setelah bukti dan keterangan diberikan petugas, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya,” lanjut Irfan.

Sepeda motor hasil curiannya tersebut berhasil ditemukan petugas di sebuah bengkel milik Sahbani Azmi dan hasil interogasi petugas kepada pemilik bengkel menerangkan bahwa kendaraan tersebut digadaikan oleh tersangka kepada karyawan bengkel yang berisial ISS.

ISS menerima gadai tersebut sekira pukul 16.00 WIB satu hari setelah tersangka mencuri kendaraan tersebut.

“Tersangka menggadai kendaraan tersebut senilai Rp 700.000. Tertulis pada kwitansi senilai Rp 1.000.000, namun dibayarkan tunai Rp 700.000. artinya pada saat tersangka nantinya menebus gadai itu wajib membayarkan senilai Rp. 1.000.000 kepada ISS sebagai jasa uangnya selama digadaikan dan untuk meyakinkan ISS bahwa kendaraan tersebut tidak dalam masalah,” papar Kapolres.

Menurut polisi, tersangka Andi beralasan bahwa kendaraan tersebut milik temannya, yang mana surat-surat kendaraan tersebut hilang. Maka untuk meyakinkan ISS dibuat kwitansi penerimaan gadai serta mengizinkan KTP serta wajahnya tersangka difoto.

Kepada petugas, tersangka mengatakan bahwa uang hasil curian tersebut dibelikannya pakaian seperti 1 potong kemeja lengan panjang warna merah marun, 1 potong celana panjang warna biru, 2 potong celana dalam dan semuanya disita petugas sebagai barang bukti karena dibeli dengan hasil tindak kejahatan.

AKBP Irfan Rifai menambahkan bahwa terhadap penerima gadai yakni ISS, petugas akan melakukan pendalaman tentang alat bukti, apakah yang bersangkutan dapat atau tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana sebagai penadah sesuai pasal 480 KUHPidana. Pihaknya kini masih melakukan pencarian terhadap ISS untuk proses lebih lanjut.

Reporter: eko setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*