GPRWP: “Mas Kawin Telah Menjadikan Perempuan Sebagai Komoditi”

Gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPRWP) usai mengadakan Diskusi Publik di Jayapura, Rabu 3/7/2019 (dok. KM)
Gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPRWP) usai mengadakan Diskusi Publik di Jayapura, Rabu 3/7/2019 (dok. KM)

JAYAPURA (KM) – Gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPRWP) mengadakan diskusi Publik dengan tema “Perempuan Bukan Komoditi (Mas Kawin)”. Topik ini diangkat lantaran dinamika perdebatan yang dianggap besar di media maupun individu tentang mahalnya mas kawin di era ini.

“Maka GPRWP membuka ruang guna mendengar setiap pandangan perempuan maupun laki-laki tentang mas kawin itu,” kata Lanie Lahni kepada Kupas Merdeka, Rabu 3/7 lalu.

“Mas kawin menurut pandangan budaya Papua adalah bentuk penghargaan, penghormatan, terima kasih serta membangun relasi kedua belah pihak dalam bentuk benda yang didapat secara perjuangan yang luar biasa dan ekonomi politik,” papar Lanie.

Menurutnya, di masa kini dengan penetapan nilai mas kawin dalam bentuk uang oleh pemerintah, wanita telah menjadi komoditi bagi sebagian keluarga.

“Nilai yang dipertahankan oleh para orang tua-tua kita semakin tergeser pengaruh ekonomi politik dalam bentuk yang namanya uang, dulunya perempuan memiliki nilai yang sangat tinggi namun kehadiran negara yang mewajibkan menggunakan uang sebagai nilai tukar barang maka perempuan memiliki nilai sama halnya seperti barang di mata lelaki namun di mata orang tua sebagai aset untuk dibisniskan atau jual dengan nilai rupiah yang sangat tinggi,” lanjutnya.

“Sehingga membuat para lelaki yang memperistri mereka menstigmakan bahwa istri adalah barang yang sudah ia beli dan sepenuhnya sudah menjadi milik si lelaki tersebut. Membuat perempuan tidak memiliki hak atas kebebasan sama sekali kecuali bernafas,” ujarnya.

“Berdasarkan hasil diskusi kami, GPRWP akan terus membuka ruang untuk kesadaran dan melakukan perlawanan terhadap sistem kapitalisme yang sudah memdara daging dalam diri manusia Papua dan wujud nyata adalah perusahaan-perusahaan,” harapnya.

Reporter: Ernes
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*