Dana RTLH Warga Curug Bogor Barat Disunat Hingga Rp400 Ribu, Lurah: “Mungkin Sumbangan Sukarela untuk Kas RT”

rtlh
Rumah tidak layak huni (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Warga Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang menerima hibah dan bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2019, mengeluhkan dan mempertanyakan adanya permintaan uang dari hak yang diterimanya.

Seorang warga RW 05 Kelurahan Curug yang tidak berkenan disebutkan identitasnya mengatakan, saat penerimaan dana RTLH sekitar bulan Mei 2019 lalu, setiap penerima diminta uang sebesar Rp 400 ribu dari pencairan dana RTLH. “Ada sekitar 10 kepala keluarga di RT 01/05, yang diminta,” ungkapnya kepada KM, Minggu 14/7.

“Itu baru dari RT 01 saja, belum di RT lain yang informasinya sama, bagi yang menerima dana RTLH Rp 9 juta diminta Rp 400 ribu, ada dua warga yang menerima Rp 6juta diminta Rp 200 ribu,” terangnya.

Advertisement

Warga menuturkan, saat itu, untuk RT 01 setiap penerima dikumpulkan, yang turut hadir Ketua RW dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Curug. “Saya dan warga mempertanyakan sebenarnya itu diminta untuk apa? Dugaan kami ini seperti pungutan liar (pungli) karena tidak ada dalam aturannya,” pungkasnya.

Sementara Lurah Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Wiwiek Rejatsiwi membantah pihak Kelurahan terlibat dalam pemotongan apapun terhadap dana RTLH.

“Kelurahan tidak memotong satu rupiahpun uang, semua kan masuk ke rekening warga penerima,” ungkap Wiwiek saat dihubungi KM, Senin 15/7.

Kata Wiwiek, yang mengawasi pembangunan RTLH adalah LPM dan RW serta RT nya. “Mungkin juga itu sumbangan sukarela untuk kas RT atau RW,” jelasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: