Aspertanas Tengarai Ada Mafia Proyek di Pokja 1 ULP Kabupaten Bogor
BOGOR (KM) – Kelompok Kerja (Pokja) 1 Unit Layanan Pengadaan (ULP) dituding sebagai “Pokja titipan mafia proyek” di Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Kontraktor dan Pertamanan Nasional (Aspertanas) Kabupaten Bogor, Ahmad Maulana dalam aksi unjuk rasa Aspertanas di depan kantor ULP Kabupaten Bogor kepada awak media, Senin 15/7.
“Hal yang sangat berbeda dari Pokja 1, dari persyaratan-persyaratan yang sangat rumit dan banyak, berbeda dengan Pokja lainnya seperti Pokja 2,3,4, maka evaluasi kami, terindikasi Pokja 1 adalah Pokja titipan dari mafia-mafia proyek di Kabupaten Bogor,” ungkap Ahmad kepada wartawan di sela aksi.
Menurutnya, Pokja 1 “sangat tebang pilih” dalam melakukan lelang. Pengusaha-pengusaha kecil menengah yang ada selalu dikalahkan dalam lelang.
“Ya bagi pengusaha kecil menengah yang ada selalu saja dimentahkan, selalu saja dipermasalahkan, ada kurang ini, kurang itu, bahkan sampai titik dan koma saja jadi permasalahan. Pokja 1 ini selalu saja memenangkan lelang/tender dengan penawaran tertinggi, jika mengacu pada LPS dan Undang-undang lainnya tentunya ada kerugian negara di sini,” pungkasnya.
Sementara Ketua ULP Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi mengatakan, segala masukan dan informasi yang ada ini akan disikapi oleh pihaknya. “Jika menginginkan kami melakukan langkah-langkah, tunjukkan datanya terkait Pokja 1, silakan berikan pada kami,” ungkap Budi saat memberikan penjelasan kepada massa aksi.
“Jika memang datanya yang menunjukan anggota Pokja kami yang melakukan pelanggaran, tentunya kami ULP akan memproses, itu janji saya,” tambah Budi.
“Jika memang hal itu terbukti akan ada tindakan dari kami, akan kami bawa kepada Majelis Kode Etik,” tuturnya.
“Intinya dengan adanya bukti yang disampaikan, kami berjanji akan memproses dugaan adanya pelanggaran pada anggota kami Pokja 1,” tutupnya.
Reporter: FM
Editor: HJA
Leave a comment