Air Surut, Pengguna Jalan Berau-Kutai Timur Terkurung di Penyebrangan Sungai GM

Sejumlah mobil terparkir disekitar penyebrangan sungai Gani Mulya, Sangkulirang, Kutai Timur, Kamis 13/6 petang (dok. KM)
Sejumlah mobil terparkir disekitar penyebrangan sungai Gani Mulya, Sangkulirang, Kutai Timur, Kamis 13/6 petang (dok. KM)

SAMARINDA (KM) – Perjalanan darat dari arah Samarinda menuju Pesisir Selatan Kabupaten Berau terhambat di penyeberangan Gani Mulya (GM), Desa Sempayau, Kecamatan Sangkuriang, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Terpantau saat ini Kamis, 13 Juni 2019 petang, surutnya air sungai menyebabkan kapal tidak dapat beroperasi dan membuat puluhan mobil dan motor yang hendak menyeberang tertumpuk sampai pukul 19.00 malam ini.

Tidak adanya akses jembatan di sungai GM membuat pengguna jalan terpaksa menyeberang menggunakan kapal.

Penyeberangan ini berada pada rute terdekat menuju pesisir selatan Kabupaten Berau (Tubaan, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk) dari arah Samarinda. Akses lain menggunakan jalur Wahau, namun waktu tempuhnya 5 jam lebih lama.

Putra, salah seorang pengguna jalan asal Samarinda mengaku sudah 3 jam menunggu kapal yang akan ia tumpangi, “Nyeberang ini cuma 15 menit, nyusuri sungai ini sekitar 500 meterlah ke sana, nunggu kapalnya ini yang lama,” keluhnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Hatta, salah satu sopir taksi Berau-Samarinda. Ia mengaku pernah menunggu sampai 6 jam di penyeberangan ini.

“Aduh kasian kita orang pesisir ini mas, selalu terhambat di penyeberangan kalau mau ke Samarinda, lama nunggu air surut, harusnya sudah bisa pulang lagi,” ungkapnya.

Wisatawan tujuan Biduk-Biduk juga terperangkap di sini. Sarwaji, salah satu dari rombongan asal Kutai Barat mengaku dilema. “Bingung ini mas, mau balik lewat Wahau jauh, sudah malam, nunggu disini belum pasti kapan bisa nyeberang,” katanya.

Tak hanya itu, para pengguna jasa penyeberangan ini juga mengeluhkan tarif dan tidak adanya asuransi. Untuk sekali menyeberangkan motor dipatok 50 ribu rupiah sedangkan mobil 200 ribu rupiah dengan penumpangnya.

Kepada wartawan Kupas Merdeka, Hatta menyampaikan harapannya kepada pemerintah provinsi Kalimantan Timur agar membangun jembatan di jalur ini.

“Saya berharap wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD dari dapil Berau agar memperjuangkan aspirasi rakyatnya, bangunkanlah kami jembatan, kasihan [warga],” tutup Hatta.

Reporter: Yogi P
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*