Proyek Box Culvert Balunijuk Diduga Dikerjakan Asal Jadi

(dok. KM)
(dok. KM)

BANGKA (KM) – Proyek pekerjaan box culvert di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, yang menggunakan dana bencana Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 diduga dikerjakan asal jadi. Selain itu, kegiatan pekerjaan juga tidak sesuai dengan yang tertulis di plang nama proyek yakni “Proyek pekerjaan pembangunan Jembatan Plat Duikers Jalan Penegan-Petaling di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka “.

Plang nama proyek tersebut tidak mencantumkan nominal nilai proyek tersebut.

Adapun pelaksana kegiatannya adalah CV. Ulinda Jaya Babel, dan peyedia jasanya dari Dinas Pekerajaan Umum, Penataan Ruang (PUPR) dan Perhubungan.

Pantauan KM di lokasi proyek tersebut, tampak hasil dari pengecoran betonnya memang tidak sempurna.

Novri, Direktur CV. Ulida Jaya Babel saat dimintai keterangan oleh KM beberapa pekan lalu mengatakan bahwa plang nama proyek yang terpasang sudah ketentuan dari Dinas PU sendiri, dan berkilah bahwa nilai proyek baru bisa dihitung setelah selesai.

“Kalau pekerjaan sudah selesai baru bisa dihitung nilai dananya, mengenai fisik konstruksinya itu tidak ada masalah dari pihak Dinas,” ungkap Novri.

Sementara itu, Panca Pujayadi, Kabid Bina Marga di Dinas PUPR di hadapan para awak media Senin 13/5 lalu mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan paket darurat setelah jembatan itu sempat teputus. “Untuk paket darurat itu belum memiliki nomor kontrak kerja dan jumlah nilai dananya, biasanya pihak kontraktor hanya diberi surat perintah kerja (SPK) saja dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ujar Panca.

Advertisement

“Semua pekerjaan dana bencana itu dikerjakan sampai selesai, setelah itu barulah pihak kontraktor, PU, Bawasda dan Inspektorat menghitung berapa nilai yang akan dibayar, kalau memang lebih dari nilai acuan kami di awal, maka kelebihan itu tidak akan dibayar,” jelas Panca.

Selain itu, Panca juga menjelaskan, “kalau pekerjaan yang berada di Desa Balunijuk bukan plat duikers tetapi box culvert, yang masuk dalam W4 yang mana dananya berkisar antara Rp 200 juta sampai 300 juta.”

“Mengenai pekerjaan box culvert di Desa Balunijuk itu, tidak sesuai dengan judul pekerjaan di plang nama yang sudah dipasang oleh pihak kontraktor,” pungkas Panca.

Reporter: Robi Karnito, Herdianto
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: