Melalui Barantan, Kementrian Pertanian Lepas Ekspor Delapan Komoditas Pertanian Sekaligus

Komoditas pertanian yang siap diekspor melalui Barantan 22/4/2019 (dok. KM)
Komoditas pertanian yang siap diekspor melalui Barantan 22/4/2019 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memanfaatkan peluang ekspor terbuka dengan menggenjot ekspor produk pertanian unggulan Indonesia.

Kepala Barantan, Ali Jamil, secara resmi melepas ekspor terhadap delapan komoditas unggulan pertanian sekaligus ke berbagai negara tujuan, yakni Cina, Korea Selatan, Belanda, India, Thailand, Rusia dan Papua Nugini di Gudang CDC Banda Tanjung Priok, Senin 22/4.

“Peluang pasar ekspor pertanian Indonesia harus kita gunakan sebaik-baiknya dengan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar internasional,” ungkap Jamil.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Tanjung Priok, Purwo Widiarto, menyampaikan bahwa frekuensi ekspor komoditas tumbuhan ke luar negeri yang melalui Tanjung Priok di tahun 2018 sebanyak 12.700 kali, meningkat 8% dibandingkan tahun 2017 yaitu 11.594 kali.

Dijelaskan Purwo bahwa selama 2018 juga dilakukan ekspor terhadap komoditas tumbuhan berupa kakao, pinang biji, buah manggis, kopra, dan dracena yang mencapai nilai Rp 3 T. Adapun volume tertinggi adalah kakao sebanyak 48.141,6 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 1,1 T untuk tujuan ekspor Amerika Serikat, Meksiko, Ukraina, Jepang, Belanda, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kroasia, China, Australia, Ekuador, Bangladesh, Philipina, Pakistan, India, Mesir, Estonia.

Untuk nilai ekspor sejak Januari hingga April 2019 tercatat telah mencapai Rp 980,5 miliar dengan komoditas unggulan yang sama yaitu kakao sebanyak 13.423,2 ton atau senilai Rp 308,7 miliar dengan tujuan negara yang sama.

Terkait komoditas pertanian yang diekspor hari ini, Ali Jamil kembali menerangkan jumlah volume untuk kakao biji sebanyak 160 ton, kopra sebanyak 96 ton, pinang biji sebanyak 81 ton, manggis sebanyak 75 ton, olahan susu 17,3 ton, dried black soldier fly larvae sebanyak 11,4 ton dan 3.108 batang dracaena.

“Memasuki trisemester yang kedua tahun ini, telah mencapai nilai ekspor sebesar Rp1 triliun dan hari ini akan diekspor sebanyak delapan komoditas unggulan pertanian dengan total nilai ekspor Rp 11,1 miliar,” kata Jamil jelang pelepasan ekspor di Gudang CDC Banda, Tanjung Priok.

Lebih lanjut Jamil juga menyampaikan bahwa Barantan saat ini masih terfokus dalam menjalankan program nawacita pemerintah berupa peningkatan ekspor, khususnya komoditas pertanian. Barantan juga menyiapkan program agro gemilang yang dimaksudkan untuk mempersiapkan para petani muda dalam memasuki pasar ekspor.

“Kita lakukan percepatan layanan sekaligus lakukan pendampingan persyaratan sanitary and phytosanitary bagi eksportir agar produk kita dapat langsung diterima,” tegas Jamil.

Dalam acara pelepasan ekspor tersebut, juga dilakukan penyerahan sertifikat phytosantary certificate sebagai persyaratan negara mitra dagang dan pemberian penghargaan kepada PT Mahkota Manggis sebagai perusahaan patuh karantina. Perusahaan tersebut mendapat penilaian sangat kooperatif dan patuh lapor karantina serta terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana instalasi karantina tumbuhan yang dimilikinya.

Turut hadir pada acara pelepasan ekspor kali ini adalah instansi lingkup Pelabuhan Tanjung Priok, eksportir, berbagai Dinas Pertanian terkait dari Bogor, DKI dan Purwakarta.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*