Sudah Telan APBD Rp 420 M, Jembatan Ikon Babel ini Ditutup Lagi
PANGKALPINANG (KM) – Kembali disebabkan karena adanya permasalahan mekanikal, salah satu kebanggan warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni jembatan Emas (Eko Maulana Ali Sueharso), yang telah menelan dana APBD sebanyak Rp 420 miliar, untuk sementara ini ditutup, sehingga tidak bisa dilintasi oleh kendaraan.
Jembatan Baturusa II atau sering dikenal dengan nama Jembatan Emas itu terpaksa dilakukan penghentian operasinya dikarenakan adanya perbaikan dan perawatan kerusakan di bagian mekanikalnya (mesin). Terpaksa jalur lalu lintas jembatan ditutup untuk menghindari resiko atau bahaya bagi pengguna jalur kendaraan yang biasanya melintasi jembatan tersebut. Jembatan ini terletak di Pangkal Balam, wilayah Ketapang, menuju komplek perkantoran Provinsi Babel.
“Mengenai tidak beroperasinya jembatan tersebut untuk sementara waktu sudah kita sampaikan pada Gubernur Babel karena untuk saat ini masih dalam perbaikan dan mudah-mudahan di bulan April nanti pengoperasian buka tutupnya sudah siap berfungsi secara normal kembali, ” ujar Noviar Ishak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Babel, ketika ditemui KM di ruang kerjanya Rabu 20/3 lalu.
Noviar juga menjelasakan bahwa jembatan emas saat ini dalam masa perawatan, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2 miliar per tahun.
“Iya betul untuk jembatan emas tersebut masa perawatannya kita gunakan langsung dari dana APBD sebesar dua miliar pertahunnya dan di tahun 2017 lalu sudah terpakai kurang lebih 1.7 miliar,” jelas Noviar.
Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA
Leave a comment