Pimpinan DPRD Kebumen: APBD Untuk UMKM Tidak Tepat Sasaran
KEBUMEN (KM) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Miftahul Ulum mengajak masyarakat tidak pesimis terhadap pelaksanaan konkrit dari
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Hal ini dipaparkan dalam pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Gedung Pertemuan Setda, Rabu 20/3.
Miftah mengatakan Musrenbang tingkat Kabupaten “bukanlah forum untuk saling mematahkan argumentasi dari lawan diskusi”, apalagi untuk memenangkan debat sehingga kita kelihatan pandai.
“Hari ini kita terpilih sebagai orang yang mampu berfikir jernih menyatukan pendapat. Mencari persamaan dalam perbedaan untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama Miftahul Ulum sekaligus menyatakan kekecewaanya terhadap sektor UMKM, khususnya program pengembangan batik yang diperuntukkan bagi seragam anak sekolah baik SD maupun SMP. Dikatakannya, adanya program ini diharapkan dapat mengangkat usaha mikro batik lokal Kebumen.
“Akan tetapi pelaksanaannya justru membuat kami kecewa. Di samping para pengrajin batik bukan berasal dari orang lokal, tetapi juga hanya pengrajin yang punya kapital besar saja yang bisa melaksanakan program kegiatan ini,” sesalnya.
“Lalu pertanyaannya adalah dimana peran APBD sebagai fungsi stabilisasi dari ekonomi daerah yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat setempat?”
Di akhir sambutannya, dikatakan bahwa semua catatan dari pimpinan DPRD sama sekali tidak bermaksud mengendurkan semangat jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menjalankan roda pembangunan. “Catatan tersebut hendaknya menjadi motivasi untuk terus menggugah potensi dan daya kritis dalam merumuskan dan menentukan yang terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Kebumen,” katanya.
“Selamat berdiskusi untuk Kebumen yang lebih baik, menuju masyarakat Kebumen yang Sejahtera, Unggul, Berdaya, Agamis dan Berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter: Evie
Editor: HJA
Leave a comment