Aktivis Tuntut Kejari Kota Bogor Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi KPUD

Ilustrasi korupsi di Komisi Pemilihan Umum
Ilustrasi korupsi di Komisi Pemilihan Umum

BOGOR (KM) – Kasus dugaan tindak pidana penyimpangan anggaran di tubuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor pada Pilkada 2018 lalu hingga saat ini belum menemui kejelasan.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor Yudi Indra Gunawan menyatakan telah melakukan “langkah-langkah pemeriksaan” terhadap dugaan penyimpangan anggaran negara yang ada di dalam tubuh KPUD Kota Bogor.

“Kejaksaan sedang melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data-data terhadap adanya dugaan penyimpangan pengeloloan uang negara atau daerah di KPU Kota Bogor,” ungkap Yudi beberapa bulan lalu.

“Saat ini tim kejaksaan sudah memanggil 5 sampai 6 orang pihak yang langsung terkait dengan dugaan penyimpangan tersebut, untuk dimintai keterangan. Pemanggilan ini sifatnya masih pendalaman dan pengumpulan data.”

Menyikapi hal tersebut, mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Politeknik AKA Bogor Fata mengatakan, Pilkada 2018 yang sudah hampir satu tahun berlalu bukan tanpa ada masalah. “Di antaranya terkait ada dugaan tindak pidana dalam tubuh penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPUD Kota Bogor, yang sudah masuk tahap pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari),” ungkap Fata kepada kupasmerdeka.com, Selasa (19/02).

“Ya di beberapa media kepala Kejaksaan Kota Bogor membeberkan bahwa dugaan adanya kerugian miliaran rupiah dari uang negara, dan Kejaksaan sudah memeriksa beberapa orang terkait kasus tersebut,” tambah Fata.

“Namun kenyataannya hingga hari ini tidak ada kejelasan hukum dari kasus tersebut. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kita, masyarakat Kota Bogor, penyampaian pihak Kejaksaan harus dipertanggungjawabkan.”

Kata Fata, Kepala Kejaksaan harus berani mengungkapkan siapa oknum-oknum dan jumlah kerugian negara dan segera memproses secara hukum. “Bukan membenamkan kasus ini, seperti hilang tanpa jejak,” ucapnya.

“Padahal sebentar lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi pada 17 April 2019, tapi nyatanya Kejari belum mengungkapkan dengan detail atas adanya dugaan korupsi dipihak KPUD Kota Bogor,” pungkas Fata yang juga mantan Koordinator BEM se Bogor 2018.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*