Tutup Perkemahan Wisata dan Budaya Se-Riau, Bupati Pelalawan Paparkan Strategi Atasi Predikat Daerah Tertinggal

Penutupan kegiatan perkemahan wisata di Alam Danau Kajuid Langgam, Pelalawan, Minggu 27/1 (dok. KM)
Penutupan kegiatan perkemahan wisata di Alam Danau Kajuid Langgam, Pelalawan, Minggu 27/1 (dok. KM)

PELALAWAN (KM) – Bupati Pelalawan HM Harris bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menutup kegiatan Perkemahan Wisata dan Budaya Se-Riau di kawasan objek wisata alam Danau Kajuid, Langgam, Minggu 27/1.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwartir 02 Langgam ini diikuti oleh 360 peserta yang mewakili 8 kabupaten dan kota se-Riau, dan berlangsung selama 5 hari dari tanggal 23-27 Januari 2019.

Bupati Pelalawan dalam amanatnya berharap dengan kegiatan ini bisa saling berkomunikasi antara sesama peserta dalam menjalin hubungan persaudaraan serta silaturahmi.

“Bangsa kita akan memasuki globalisasi dunia, budaya dan kesatuan NKRI berawal dari generasi muda sebagai generasi yang berada di depan. Hendaknya kita mulai merubah pola pikir, tidak berpikir saat ini bersaing antar sesama, tetapi ke depan kita hendak berpikir persaingan dengan bangsa lain,” tambah Harris.

“Kalau kita tidak siap bersaing dengan negara-negara lainnya, maka kita siap menjadi penonton saja dan orang-orang asing yang akan menguasai daerah kita ini. Bagi saya, generasi muda Kabupaten Pelalawan merupakan penerus bangsa yang memajukan Provinsi Riau. Untuk peserta, saya mengimbau agar hasil positif yang diperoleh dalam kegiatan perkemahan ini bisa dijadikan pengalaman. Setelahnya, para peserta harus dapat menjadi pelopor serta motivator dalam kehidupan lingkungan gugus depan maupun lingkungan masyarakat,” terangnya.

Advertisement

Bupati juga memaparkan terkait indikator-indikator yang membuat daerah Pelalawan menjadi daerah tertinggal, yang kini diupayakan oleh pihaknya untuk diatasi.

“Di tahun 2006, daerah kita pernah mendapat predikat sebagai kabupaten tertinggal. Ini jelas mengkhawatirkan, karena waktu itu jika kita tidak bisa memperbaikinya dalam jangka waktu tertentu, maka daerah kita ini akan dikembalikan lagi ke daerah induk yakni Kabupaten Kampar. Masalah kesehatan, pendidikan, rasio elekterifikasi listrik, infrastruktur dan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Lima indikator itulah yang akhirnya diaplikasikan dalam 7 program strategis Pelalawan, ditambah dengan Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif,” ujarnya.

H.M Harris menambahkan bahwa menangani kelima indikator itu secara perlahan namun pasti telah menekankan hasil yang “menggembirakan”.

“Pembentukan SDM yang menjadi modal dasar pembangunan selain pendidikan gratis juga berdirinya AKNP dan ST2P sebagai jawaban dari kebutuhan untuk membentuk SDM di daerah ini. Karena itu, saya mengharapkan agar generasi muda terus mempertahankan semangat dan cita-cita agar ke depannya bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah ini,” pungkasnya.

Reporter: Dien Puga
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: