Kuliah Umum STKIP Muhammadiyah Bogor Bahas Implikasi “Revolusi Industri 4.0” Terhadap Tata Kelola Sekolah

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Program Studi Administrasi Pendidikan STKIP Muhammadiyah Bogor pada tanggal 23 Januari 2019 mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Peluang dan Tantangan Administrasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0″.

Hadir sebagai pembicara dalam Kuliah Umum tersebut Prof. Mukneri Muktar, Guru Besar Manajemen Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Kuliah Umum yang diselenggarakan STKIP Muhammadiyah tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada dosen dan mahasiswa Administrasi Pendidikan, mahasiswa pascasarjana UNJ, serta beberapa kepala sekolah di wilayah Leuwiliang mengenai implikasi dari “Revolusi Industri 4.0” terhadap pengembangan keilmuan administrasi pendidikan, terutama pada tata kelola lembaga pendidikan pada jenjang persekolahan.

“Dalam dunia pendidikan, Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan integrasi antara dunia internet atau online dengan dunia pendidikan, dimana semua proses tata kelola pendidikan ditopang dengan internet. Revolusi Industri 4.0 ini berdampak terhadap system tata kelola lembaga pendidikan, dimana peran teknologi informasi akan merubah sistem tata kelola yang semula tradisonal ke arah digitalisasi tata kelola lembaga pendidikan, sehingga diharapkan tata kelola lembaga pendidikan bisa lebih efisien dan efektif,” terang Prof. Mukneri dalam penyampaian kuliah umumnya.

Sementara itu, Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Edi Sukardi, mengatakan bahwa tantangan dunia pendidikan di era “Revolusi Industri 4.0” harus bisa mengambil dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa untuk mencapai cita-cita pendidikan.

“Dunia tanpa batas hari ini diharapkan bisa mempermudah guru dan tenaga kependidikan bisa bekerja secara cepat, tepat dan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik,” kata Edi.

Dalam kesempatan yang sama, kepala program studi (Kaprodi) Administrasi Pendidikan, Jasra Putra menyampaikan ucapan terima kasih nya kepada panitia dan semua pihak atas terselenggaranya kuliah umum tersebut.

“Semoga tradisi keilmuan ini terus menerus menjadi budaya akademik kampus serta diharapkan bisa memberikan pencerahan bagi dunia pendidikan yang menghadapi tantangan yang tidak begitu mudah terkait perkembangan revolusi industri 4.0, apalagi kalau dilihat hasil survey Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017 menyebutkan sebanyak 143,26 juta orang dengan dominasi pengguna millenial usia 13-18 tahun (75,50%),” jelas Jasra Putra.

Ketua panitia, Wawan Karsiwan juga mengatakan jika kuliah umum tersebut merupakan langkah awal dalam memberikan pemahaman mahasiswa AP serta peserta lainnya akan pentingnya mempersiapkan SDM yang memiliki kemampuan adaptif, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dalam menunjang dunia pekerjaan, termasuk pada dunia pendidikan.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*