“Kopi Pinggir Kali” Jurus Pemkot Bogor untuk Penataan Kawasan Sungai Ciliwung

Walikota Bogor Bima Arya saat menghadiri acara
Walikota Bogor Bima Arya saat menghadiri acara "Kopi Pinggir Kali", Sabtu 5/1/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – “Kopi Pinggir Kali Ciliwung” menginspirasi warga untuk menebar manfaat di tepi sungai, ngopi sambil memungut sampah-sampah yang ada di Sungai Ciliwung serta menebar bibit ikan air tawar. Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan beberapa komunitas, di bawah jembatan Jalan Jalak Harupat, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 5/1.

“Jadi ini kolaborasi kita Pemerintah Kota Bogor khususnya warga Sempur bersama komunitas pecinta lingkungan hidup, jadi kita tidak hanya memungut sampah tapi juga ada yang menarik lagi kita memberikan kopi gratis sambil kita memungut sampah di sungai Ciliwung ini,” terang Lurah Sempur Rena Da Frina di sela-sela acara.

Tujuan digelarnya acara ini, lanjut Rena, “yang jelas untuk membuat Sungai Ciliwung bebas sampah, karena sejalan dengan programnya pak Walikota Bogor, naturalisasi Sungai Ciliwung, jadi pas sekali sungainya bersih lalu kita tata bersama-sama.”

Rena pun menerangkan bahwa ini adalah pilot project untuk kedepannya ditiru oleh kelurahan-kelurahan lainnya. “Ya ini sebetulnya pilot project dari teman-teman komunitas, dicoba dulu di Sempur. Memang targetnya seluruh kelurahan yang dilewati oleh Sungai Ciliwung,” katanya.

“Tadi pun kita menebar bibit ikan di Sungai Ciliwung, ikan soro ada sekitar 2000 bibit, iklan nilem ada 3000 bibit, ikan-ikan ini diberikan oleh balai ikan air tawar mereka menyumbang bibit ikan totalnya ada 5000 bibit,” lanjutnya.

Ini kali pertama acara ini diselenggarakan.” Antusias warga lumayan, insya Allah setiap dua Minggu sekali kita konsisten mengadakan acara serupa,” pungkasnya.

Walikota Bogor Bima Arya yang juga menghadiri acara tersebut menjelaskan kepada awak media bahwa Kota Bogor “serius” menangani Sungai Ciliwung. “Jurusnya ada tiga, tidak boleh berhenti harus continue tidak boleh libur, tidak bisa sendiri harus berkolaborasi dengan teman-teman komunitas dan warga, harus berkreasi ini kan model-model yang sangat kreatif,” ujar Bima.

Jadi bila jurus ini dijalankan, ungkap Bima, “kita akan berhasil mencapai tiga target kita, pertama hidup sehat, kedua mencegah banjir, ketiga membangun wisata air dan kampung wisata tematik yang terpadu,” tutupnya.

Reporter: RIO, ddy Editor: HJA
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*