Bima Arya: “Pokmas Banyak Masalah, 2019 PTSL Diurus RT, RW dan Kelurahan”

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto usai launching Program PTSL 2019, Kamis 17/1/2019 (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto usai launching Program PTSL 2019, Kamis 17/1/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Banyak yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kota Bogor di tahun 2019 ini. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

“Ini merupakan program yang bertujuan baik, dilaksanakan dengan baik dan hasilnya harus baik. Banyak hal yang harus diperbaiki dalam menjalankan program PTSL di tahun 2019 ini,” ungkap Bima usai peluncuran program PTSL 2019 di Gang Paradi RT 02 RW 01, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis 17/1.

“Dalam sosialisasi PTSL harus maksimal ini program siapa, ditargetkan untuk apa, dan prosedur seperti apa, serta biayanya berapa? Masyarakat harus jelas tentang itu semua,” tambah Bima.

“Yang terpenting adalah mesti dicegah hal-hal yang melanggar aturan. Tidak ada pungutan liar (pungli), segala sesuatu harus jelas dan sesuai aturan yang ada,” tambahnya.

Bima menjelaskan, di tahun 2019 ini Kelompok Masyarakat Sadar Tertib Pertanahan (Pokmasdartibnah) atau Pokmas tidak lagi menjadi pelaksana proses PTSL. Semuanya diserahkan kepada RT, RW dan Kelurahan.

“Ya setelah dievaluasi saat pelaksana Pokmasdartibnah banyak persoalan di masyarakat. Jadi pelaksanaan PTSL 2019 ini lebih memberikan ruang dan tempat bagi Ketua RT, RW dan Lurah,” tutupnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*