“Sawunggalih Art Festival 2018” Gali Potensi Budaya Purworejo

Salah satu penampilan dalam Sawunggalih Art Festival 2017 yang diselenggarakan di Stasiun Lama Purworejo pada hari Sabtu 8/12/2018 (dok. KM)
Salah satu penampilan dalam Sawunggalih Art Festival 2017 yang diselenggarakan di Stasiun Lama Purworejo pada hari Sabtu 8/12/2018 (dok. KM)

PURWOREJO (KM) – Stasiun Lama Purworejo menjadi tuan rumah festival kesenian “Sawunggalih Art Festival 2018” yang digelar Sabtu 8/12 kemarin. Mengingat nama Sawunggalih adalah nama tumenggung yakni Tumenggung Sawunggalih Kartowiyogo yaitu pimpinan laskar perang Mangkunegaran yang juga ulama dan memilih hidupnya bersama hingga mangkat.

Pagelaran yang digagas oleh seniman Purworejo Nungki Nur Cahyani (Nungki Art Work) ini diisi oleh sejumlah seniman dan kelompok seniman, diantaranya Komunitas Lima Gunung dari Magelang, Lena Guslina dari Bandung, Maria Bernadetta Aprianti dari Jakarta, Denny Dumbo dari Yogyakarta, Congculy dari Purworejo, Widya Aku Kusumawardani dari Banyumas, Dolalak Budi Santosa dari Purworejo dan Diego Leonardo Oliveira dari Brazil.

Menurut Nungki, festival ini dimaksudkan agar Purworejo dipandang di mata dunia. Festival ini adalah pementasan terpadu seni gerak, musik, performa dan kolaborasi seni lainnya.

“Keberhasilan event ini adalah keberhasilan semua pihak dan saya mengajak para pemuda untuk memberikan ‘sesuatu’ kepada Purworejo bukan hanya mengharapkan apa yang akan diterima. Terima kasih juga pada pemerintah yang sudah support acara ini untuk bersama memajukan Purworejo.” katanya

“Karena arus global maka tujuan festival ini agar bagaimana Purworejo dikenal di mata dunia dan banyak dikunjungi. Apalagi sebentar lagi akan dibuka bandara internasional di Jogja ini. Tentu wisata yang menarik antara lain festival seni dan budaya. Dan semoga saya akan bisa memberikan torehan warna yang baru bagi kemajuan seni dan budaya di Purworejo ini,” lanjutnya.

“Untuk pengisi acara sementara berasal dari link yang kami miliki sehingga ke depannya diharapkan lebih banyak dan lebih bagus lagi agar event lebih menarik masyarakat, pemerintah dan semua pihak,” katanya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo mengatakan pemerintah butuh Nungki-Nungki yang lain di Purworejo ini.

“Kami butuh Nungki-Nungki yang lain di sini untuk mengangkat seni dan budaya dan tentunya akan melibatkan semua pihak untuk kesuksesan event seperti festival ini,” katanya.

Dewan Keseenian Purworejo Angko Setiarso Widodo mengatakan perkembangan Purworejo saat ini luar biasa.

“Perkembangan Purworejo saat ini luar biasa dengan banyaknya event yang diisi dari luar kota dan manca negara untuk mengangkat seni dan budaya sehingga menjadi angin segar untuk bersama membangun Purworejo. Dengan demikian Purworejo akan bisa jauh melesat untuk tujuan budaya ini,” katanya.

Bupati Agus Bastian juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk panitia penyelenggara, khususnya Nungki Nur Cahyani yang telah memprakarsai festival ini.

Performance art yang sangat luar biasa ini disajikan oleh seniman dari negara lain juga sehingga semakin semarak. Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, khususnya Mbak Nungki untuk memajukan kesenian. Dengan sentuhan seni maka maka peilaku menjadi halus,” katanya.

“Dengan festival ini maka seni tetap akan digali untuk menjadi potensi dan juga bangunan seni yang merupakan heritage yang harus dijunjung tinggi di Kabupaten Purworejo,” harapnya.

Presiden Komunitas Lima Gunug Sutanto Mendut mengatakan dirinya memilih datang ke Purworejo untuk memberikan apresiasi pada Nungki.

“Saya ingin memuji dan memberikan apresiasi yang tinggi pada Nungki yang sejak 17 tahun sudah terbang ke Brazil bersama maestro-maestro budaya Indonesia yang membawa nama Indonesia di kancah dunia dengan seninya. Makanya saya memilih datang ke sini (Purworejo) di tengah banyaknya undangan yang dikirim karena ada sesuatu yang istimewa di Purworejo ini,” katanya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*