PEMA IAIN Langsa gelar Wisata Karya Syrup Manggrove Kuala Langsa

Pemerintahan Mahasiswa IAIN Langsa melakukan wisata karya ke home insidutri sirup manggrove milik warga Kuala Langsa, Kamis 6/12/2018 (dok. KM)
Pemerintahan Mahasiswa IAIN Langsa melakukan wisata karya ke home insidutri sirup manggrove milik warga Kuala Langsa, Kamis 6/12/2018 (dok. KM)

LANGSA (KM) – Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) IAIN Langsa melakukan wisata karya ke home industry sirup manggrove (bakau) milik warga Kuala Langsa,  Kamis 6/12.

“Pasca terpilihnya saya dalam delegasi presiden nasional yang mengikuti Student Mobility Program serta tur 3 negara tetangga yang lalu, kami IAIN Langsa sepakat akan melakukan kerjasama dengan pihak kampus Universitas Selangor, Malaysia untuk mempelopori plain market bagi produksi sirup manggrove olahan warga Kuala Langsa ini agar dapat bersaing di level nasional maupun internasional. Untuk itu kita IAIN Langsa akan mengundang kawan kawan UNISEL agar dapat hadir di IAIN Langsa nantinya,” ujar Presiden Mahasiswa IAIN Langsa Muhammad Jailany kepada KM kemarin.

“Melalui kegiatan wisata karya inilah, kita mendapatkan edukasi serta motivasi untuk turut hadir dalam menciptakan poros ekonomi baru di Kota Langsa melalui home industry sirup manggrove ini. Oleh karena itu mari mencintai produk lokal yang sifatnya local wisdom serta saya mengajak kita semua untuk mendukung pegiat-pegiat ekonomi kreatif di kota ini agar dapat memakmurkan masyarakat kita di Kota Langsa ini,” tandasnya.

Nur Aflah selaku tutor pada kegiatan ini yang juga merupakan ketua PKK Gampong Kuala Langsa menyampaikan bahwa ide kreatif untuk membuat sirup ini awalnya melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat dan bekerja sama dengan pengurus PKK Gampong Kuala Langsa pada tahun 2017 silam. “Sehingga outputnya sekarang kita mampu mengolah sendiri sirup ini, dengan berbahan baku manggrove jenis berembang atau lebih dikenal dengan buah ara sungai, kemudian bunga rosela sebagai pewarna dan gula sebagai bahan rasa dan pengawet sirup tersebut,” jelasnya.

“Sistem pengolahannya kita harus memperhatikan buah berembang nya yang betul-betul matang sehingga kadar asam nya tidak terlalu tinggi, kemudian buah ini diblender dan diambil sarinya dengan betul-betul disaring agar terpisah dengan ampasnya, kemudian dimasak, dengan mencampurkan 10 kg buah berembang, 15 kg gula dan 1/5 Kg bunga rosela serta air secukupnya,” paparnya.

“Buah berembang ini pula selain sari patinya dapat menjadi sirup nantinya, ampasnya juga bisa bermanfaat untuk selai roti dengan sedikit olahan sederhana, oleh karena itu kita tidak akan merugi untuk kreatifitas home industry ini,” ucapnya.

“Beberapa kendala dalam produksi sirup manggrove ini yaitu, bahan baku yang terbatas, dan kita harus pesan terlebih dahulu dari petani berembang serta alat produksi masih sangat sederhana,” pungkasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama IAIN Langsa Dr. Zainuddin Ma juga menyampaikan bahwa pihaknya “sangat mendukung” program serta terobosan-terobosan mahasiswa untuk mempelopori pasar bagi sirup manggrove ini sehingga memiliki tempat di mata nasional. “Dan kita juga selalu memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa agar selalu berkontribusi untuk negeri, kalaulah tidak karena pemuda hari ini, belum tentu hadir masa depan yang cerah di masa yang akan datang,” tutupnya.

Reporter: Arrahimuddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*