Oknum Guru SDN Kotabatu 5 Cekik Muridnya karena tidak Tulis Nama di PR-nya

SDN Kotabatu 5, Kecamatan Ciomas, Bogor (dok. KM)
SDN Kotabatu 5, Kecamatan Ciomas, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ayu, siswi kelas 2 SDN Kotabatu 5, Desa Kotabatu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, diduga mendapat perlakuan kekerasan yang melampaui batas dari guru agama. Ayu diduga dicekik gurunya itu lantaran belum menuliskan namanya di lembaran soal pekerjaan rumahnya.

Mawar [bukan nama sebenarnya] mengatakan bahwa setelah perlakuan yang tidak mendidik dari guru agama berinisial SU itu, Ayu mengalami trauma dan takut dengan guru tersebut.

Saat dimintai keterangan oleh kupasmerdeka.com kemarin 14/11, Cecep Suherman, salah satu guru di sekolah tersebut, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi. “Dia tidak mencantumkan nama di lembaran soalnya dan harus mendapatkan cekikan dari [SU],” jelasnya.

Lebih lanjut Ocad Sudrajat, salah seorang guru senior di SDN Kotabatu 5 mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan “rembukan” mengenai insiden tersebut. “Namun setelah dihubungi via telepon seluler untuk hadir dan dimintai keterangan, guru agama tersebut belum kunjung datang,” ucapnya.

Hingga saat ini KM belum berhasil meminta keterangan dari kepala sekolah Agus Apendi.

Reporter : Budi/ayub
Editor : HJA

Komentar Facebook

8 Comments

  1. Hati-Hati dalam memuat berita apa lagi hal tersebut blm di klarifikasi lebih lanjut dengan yg bersangkutan dalam perundang-undangan dewan pers :

    Pasal 1

    Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

    Penafsiran

    a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

    b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.

    c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.

    d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

  2. Pasal 3

    Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

    Penafsiran

    a. Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.

    b. Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.

    c. Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.

    d. Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.

  3. hati-hati dalam menuliskan berita. maka orang tersebut dapat dipidana berdasarkan Pasal 317 KUHP:

    (1) Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

  4. Dear Kupasmerdeka

    ini berita ga mutu ga mau di apus aja??????
    atau nunggu kantor media anda di tuntut & cabut izin nya karena sudah mempublikasikan berita hoax. narasumber anda Cecep Suherman sekarang sedang dalam pengejaran pihak berwajib, ocad sudrajat pun sudah membuat pernyataan kalo berita yg anda publikasikan ini tidak benar.
    Hanya tinggal menunggu waktu saja untuk pihak berwajib mencari sdr Reporter Budi/ayub serta Editor HJA.

    • Kami memuat berita sesuai dengan keterangan dan bukti yang kami dapatkan dari narasumber. Kami punya rekaman percakapan keterangan semuanya. Sekiranya anda punya bukti atas klaim anda diatas, kami akan berikan ruang hak jawab kepada pihak sekolah. Hingga kini pihak sekolah belum menghubungi kami untuk klarifikasi kembali. Kalau anda ingin meminta langsung bukti yang kita miliki, silahkan hubungi redaksi KM di 081310926127

  5. Ini berita dihapus aja.. orang yang dituduh sudah meninggal dunia. saya punya surat pernyataan dari 2 narasumber tersebut yang menyebutkan bahwa ini kesalahan si penulis berita.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*