KUPAS KOLOM: Tragedi Lion Air JT610, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Harus Mundur!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu 17/7/2017 (dok. KM)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa 18/7/2017 (dok. KM)

Oleh Uchok Sky Khadafi
Direktur Center for Budget Analysis (CBA)

Pasca tragedi Lion Air JT 610, sampai saat ini belum ditemukan jasad dari kesemua 189 korban yang terdiri dari 2 pilot, 5 awak kabin, dan 181 penumpang.

Menyusul kejadian tragedi itu, ada keanehan yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membebastugaskan Muhammad Asif dari jabatan Direktur Teknis Lion Air.

Seharusnya yang dilakukan pemerintah atau kementerian perhubungan yang pertama bukan menyalahi pihak perusahaan Lion Air dengan membebastugaskan Direktur Teknis. Tetapi seharusnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengundurkan diri karena malu atas tragedi tersebut. Tiru pejabat negara atau setingkat menteri seperti di negara Jepang, kalau terjadi tragedi kecelakaan mereka langsung mengundurkan diri karena punya rasa malu.

Hingga kini, pemerintah tidak pernah menghormati para korban tragedi-tragedi transportasi pada era Menhub Budi Karya Sumadi. Seperti tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba yang diduga 193 orang hilang. Kemudian, Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng rute Tobelo Halmahera Utara-Bitung, Sulawesi Utara. Ada juga KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dengan 12 orang meninggal.

Advertisement

Banyaknya korban atas tragedi di moda angkutan udara dan laut, kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada Presiden Jokowi agar peka atas tragedi-tragedi tersebut. Kepekaan seorang Presiden itu terlihat ketika melakukan pemecatan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi karena dia tidak mau mengundurkan diri. Hal ini dilakukan demi menghormati para korban yang sudah meninggal dunia.

 

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*