Korem Suryakancana Sosialisasikan “Bahaya Laten Komunis” dan “Faham Radikal” Kepada Jajarannya

Sosialisasi bahaya laten komunisme dan faham radikal di Makorem Suryakancana, Kota Bogor, 15/11/2018 (dok. KM)
Sosialisasi bahaya laten komunisme dan faham radikal di Makorem Suryakancana, Kota Bogor, 15/11/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Korem 061/SK mengadakan sosialisasi “Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal” yang dipimpin oleh Kasrem Letkol Kab Eko Saptono di Aula Suryakancana Korem 061/Sk Jl. Merdeka No.64 Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis 15/11.

Sosialisasi tersebut bertema “Melalui pembinaan antisipasi Balatkom dan Faham Radikal Prajurit TNI AD senantiasa pro aktif melaksanakan cegah dan deteksi dini terhadap bahaya laten komunis dan faham radikal yang terjadi di wilayah NKRI untuk mewujudkan negara berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945”.

Dalam sambutan Danrem 061/Sk Kolonel Inf Mohamad Hasan yang dibacakan oleh Kasrem 061/Sk, disampaikan bahwa Danrem “menyambut baik” dilaksanakannya kegiatan ini. “Dimana kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman prajurit di jajaran Korem 061/Sk tentang bahaya laten komunis dan faham radikal sehingga senantiasa waspada dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman.”

“Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, disebutkan bahwa pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Ada berbagai ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri, antara lain adalah bahaya laten komunis dan paham radikal,” terang Danrem.

“Upaya proaktif dari aparat komando kewilayahan dan unsur intelijen sangat diperlukan dalam membantu pengawasan dan upaya pencegahan sebagai langkah antisipasi agar ajaran komunisme dan paham radikal tidak berkembang dan membahayakan kedaulatan negara, sehingga prajurit dan pegawai negeri sipil jajaran Korem 061/Sk tidak terpengaruh oleh tipu daya maupun propaganda yang dilakukan kelompok komunis maupun kelompok radikal yang berkembang di wilayahnya,” lanjutnya.

Setelah sambutan Danrem, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi oleh Pasi Tahwil Ster Korem 061/Sk Mayor Inf Rahmad yang menjelaskan tentang mengapa komunisme dan faham radikal dilarang di Indonesia, “komunisme gaya baru” serta strategi komunisme dalam upaya mencapai tujuannya, strategi menghadapi komunisme dan situasi yang terjadi saat ini.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut para Dan/Kabalak Aju Jajaran Rem 061/Sk, para perwira Korem 061/Sk serta seluruh anggota Bintara, Tamtama dan PNS jajaran Korem 061/Sk.

Reporter: Rio
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*